TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan pernyataan provokatif yang mengguncang stabilitas kawasan. Dalam keterangan resminya, pihak IRGC mengklaim bahwa sistem pertahanan udara Israel telah sepenuhnya dinetralisir dan dilumpuhkan, membuka jalan bagi eskalasi ke tahap yang lebih mematikan.
"Sistem pertahanan udara Israel telah sepenuhnya dilumpuhkan. Jika eskalasi terus berlanjut, medan pertempuran akan segera memasuki tahap penggunaan 'Khorramshahr-4'," tegas pejabat tinggi IRGC tersebut.
Pernyataan ini bukan sekadar ancaman verbal. Penyebutan Khorramshahr-4 (juga dikenal sebagai Kheibar) merupakan sinyal bahaya bagi koalisi Israel dan Amerika Serikat. Rudal ini merupakan salah satu senjata paling canggih dan mematikan dalam gudang persenjataan Iran yang dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan berlapis seperti Iron Dome atau Arrow.
Spesifikasi Rudal Khorramshahr-4 (Kheibar)
Rudal ini merupakan generasi terbaru dari keluarga Khorramshahr yang memiliki karakteristik teknis luar biasa:
Jangkauan Operasional: Memiliki daya jangkau hingga 2.000 kilometer, yang berarti seluruh wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah berada dalam radius serangnya.
Daya Ledak Dahsyat: Mampu membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram (1,5 ton). Ini adalah salah satu kapasitas muatan terbesar untuk rudal balistik kelas menengah, mampu memberikan daya hancur masif pada target infrastruktur vital.
Teknologi Bahan Bakar: Menggunakan bahan bakar cair hipergolik tingkat lanjut yang memungkinkan rudal disimpan dalam waktu lama dan siap diluncurkan dalam waktu singkat (kurang dari 12 menit).
Kemampuan Manuver dan Kecepatan: Di luar atmosfer, rudal ini mampu melesat hingga kecepatan Mach 16, dan saat memasuki atmosfer (re-entry), kecepatannya tetap berada di kisaran Mach 8.
Sistem Navigasi Anti-Jamming: Dilengkapi dengan sistem kontrol mid-course yang memungkinkannya mengubah jalur di luar atmosfer. Hal ini membuat lintasan rudal sulit diprediksi oleh radar lawan dan hampir mustahil untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Klaim IRGC mengenai "lumpuhnya" pertahanan Israel disinyalir merupakan hasil dari gelombang serangan siber dan penggunaan drone bunuh diri yang menguras baterai pencegat rudal lawan. Dengan ancaman pengerahan Khorramshahr-4, Teheran seolah menegaskan bahwa mereka siap meluncurkan serangan dengan daya rusak yang jauh lebih besar jika konflik tidak segera mereda. (*)
Editor : Indra Zakaria