Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Harga Minyak Dunia Langsung Turun 15 Persen Usai Trump dan Iran Sepakati Gencatan Senjata

Redaksi Prokal • Rabu, 8 April 2026 - 16:41 WIB
Kapal tanker tampak berlabuh saat lalu lintas di Selat Hormuz ditutup, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Muscat, Oman, 10 Maret 2026.  (Reuters)
Kapal tanker tampak berlabuh saat lalu lintas di Selat Hormuz ditutup, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Muscat, Oman, 10 Maret 2026. (Reuters)

PROKAL.CO– Pasar energi global langsung bereaksi tajam menyusul kabar deeskalasi di Timur Tengah. Harga minyak dunia terjun bebas lebih dari 15 persen pada perdagangan Rabu (8/4/2026) pagi di sesi Asia, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Pekan dengan Iran, Minta Selat Hormuz Segera Dibuka

Langkah diplomasi yang diumumkan hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu serangan militer berakhir ini seketika meredam risiko konflik bersenjata yang sempat mengancam jalur pasokan energi paling vital di dunia.

Berdasarkan data Investing.com, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan penurunan paling signifikan. Harga WTI merosot tajam sebesar 18 persen ke level $92,61 per barel, meninggalkan level tertingginya pada hari Selasa yang sempat menyentuh $112,41 per barel.

Baca Juga: Gencatan Senjata Iran: Teheran Siap Buka Selat Hormuz dengan 10 Syarat Utama

"Pasar kini meninggalkan aset aman (safe haven) seiring batalnya eskalasi militer yang sebelumnya sangat dikhawatirkan pelaku pasar," tulis laporan pasar tersebut pada Rabu pagi.

Penurunan drastis ini dipicu oleh komitmen Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz secara menyeluruh dan aman bagi pelayaran internasional sebagai syarat utama gencatan senjata. Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi energi dunia yang menangani sekitar 20 persen total aliran minyak mentah global setiap harinya.

Donald Trump menyebut kesepakatan ini sebagai "jeda dua sisi" yang dimediasi oleh Pakistan. Dalam pernyataannya, Trump mengeklaim bahwa tujuan utama militer AS di kawasan tersebut sudah terpenuhi, sehingga ia menyetujui usulan untuk melakukan negosiasi damai berdasarkan proposal 10 poin yang diajukan pihak Iran.

"Sebagian besar masalah besar telah diatasi. Jendela waktu dua minggu ini akan kami gunakan untuk memfinalisasi penyelesaian damai yang lebih permanen," ujar Trump.

Dibukanya kembali blokade Selat Hormuz yang sempat mencekik pasokan dunia selama beberapa pekan terakhir menjadi katalis utama kembalinya kepercayaan pasar. Para analis menilai, jika gencatan senjata ini berlanjut menjadi perdamaian permanen, stabilitas harga energi global dapat terjaga dan menghindarkan dunia dari ancaman krisis inflasi energi yang lebih dalam. (*)

Editor : Indra Zakaria
#selat hormuz