Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tetangga Jadi Basis Musuh, Iran Serang Uni Emirat Arab

Redaksi Prokal • Rabu, 13 Mei 2026 | 10:00 WIB
Pesawat Boeing 777 milik Emirates bersiap mendarat saat kepulan asap membubung dari kebakaran yang masih berlangsung di Bandara Internasional Dubai, Dubai, 16 Maret 2026..
Pesawat Boeing 777 milik Emirates bersiap mendarat saat kepulan asap membubung dari kebakaran yang masih berlangsung di Bandara Internasional Dubai, Dubai, 16 Maret 2026..

 

PROKAL.CO- Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang kian mengkhawatirkan. Iran kini secara terbuka mulai mengarahkan telunjuknya ke Uni Emirat Arab (UEA), menuding negara tersebut telah bertransformasi menjadi markas utama kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk.

Pernyataan keras ini meluncur dari berbagai lini otoritas Teheran, mulai dari parlemen hingga komando militer tertinggi. Ali Khezrian, anggota Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, memberikan peringatan tajam bahwa status UEA kini telah bergeser di mata Teheran. “Status UEA sebagai tetangga kini berubah menjadi basis musuh,” tegas Ali dalam sebuah pernyataan yang mempertegas keretakan hubungan diplomatik kedua negara.

Komando pusat militer Iran, Khatam al-Anbiya, turut memberikan wanti-wanti agar Abu Dhabi tidak membiarkan wilayahnya dijadikan titik tolak operasi militer bagi Washington maupun Tel Aviv. Iran menilai kemesraan militer, intelijen, dan politik yang dijalin UEA dengan musuh-musuh bebuyutannya telah merusak keseimbangan keamanan kawasan secara fatal. Bahkan, Teheran mengancam akan melancarkan “balasan menghancurkan” jika wilayah selatan mereka kembali mendapatkan serangan.

Fokus ketegangan ini tertuju pada fasilitas militer strategis, terutama Pangkalan Udara al-Dhafra di dekat Abu Dhabi yang menampung ribuan personel militer AS beserta kecanggihan radar mereka. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan secara terang-terangan mengklaim bahwa fasilitas tersebut masuk dalam daftar target potensial jika konflik terbuka kembali pecah. Tidak hanya itu, pelabuhan Fujairah yang berada di Selat Hormuz kini juga berada di bawah pengawasan ketat maritim Iran.

Hubungan erat UEA dan Israel melalui Abraham Accords sejak tahun 2020 disebut-sebut sebagai sumbu utama kemarahan Iran. Kerja sama yang kian dalam, termasuk kehadiran sistem pertahanan rudal Iron Dome milik Israel di tanah UEA, dianggap sebagai ancaman langsung oleh Teheran.

Di sisi lain, pemerintah UEA tidak tinggal diam menghadapi ancaman tersebut. Abu Dhabi menegaskan bahwa kebijakan luar negeri dan kerja sama pertahanan mereka adalah hak kedaulatan penuh negara. Pihak UEA juga menuduh Iran tengah mencoba membangun narasi sepihak demi membenarkan agresi terhadap negara-negara Arab di masa depan. Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah kini berada di titik nadir, di mana salah satu langkah kecil bisa memicu kebakaran besar.(*)

Editor : Indra Zakaria
#UEA