Banjir kembali melanda Desa Kersik Belantian, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak akibat luapan Sungai Belantian yang melintasi sungai tersebut, pada Jumat (15/12).
Akibat intensitas curah hujan tinggi pada beberap hari terakhir, ditambah debit air sungai Belantian yang tinggi menyebabkan muka air sungai meluap.
Banjir merendam sedikitnya sepuluh rumah warga dan sebuah rumah ibadah. Air di jalan setinggi sekitar 30 centimeter, sementara di dalam rumah mencapai 10 cm.
“Sedikitnya sepuluh rumah warga terendam akibat luapan Sungai Belantian, dan satu rumah ibadah serta puluhan rumah lainnya hanya terdampak,” ungkap Kapolsek Ngabang AKP Prambudi, Minggu (17/12).
Dia mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan Bhabinkamtibmas RG Silitonga di lapangan, atas bencana banjir tersebut warga masih bertahan di rumah masing-masing. Warga masih enggan mengungsi.
“Namun, ketinggian air sewaktu waktu dapat naik kembali membuat warga harus mengevakuasi ketempat yang lebih tinggi sejumlah barang di dalam rumah," tutur Prambudi. Kapolsek mengatakan untuk sementara banjir tersebut semakin berangsur-angsur surut.
Ia mengharapkan warga yang tinggal di dataran rendah atau yang dilewati aliran sungai agar lebih berhati-hati.
Ia mengimbau warga untuk selalu memantau perkembangan ketinggian air sungai. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria