Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ekspedisi Budaya Menuju Ujung Kapuas Hulu, Desa Tanjung Lokang, Ada Kado Sepatu Buat Anak SD 11

A'an • Rabu, 13 Maret 2024 - 19:50 WIB
SEPATU: Kadisdikbud Provinsi Kalbar Rita memberikan sepatu pada anak SD Tanjung Lokang. (MIRZA/PONTIANAK POST)
SEPATU: Kadisdikbud Provinsi Kalbar Rita memberikan sepatu pada anak SD Tanjung Lokang. (MIRZA/PONTIANAK POST)

 

Langit tak lagi hitam. Hujan pun telah reda ketika tim ekspedisi budaya tiba di Desa Tanjung Lokang. Tim lantas dibagi dua. Satu tim memberikan kado sepatu dan satu tim lagi berangkat menuju goa, melihat peninggalan leluhur nenek moyang Dayak Punan.

 

MIRZA AHMAD MUIN, Tanjung Lokang

 

 

SETELAH sampai di Desa Tanjung Lokang pukul sepuluh pagi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Rita Hastarita beserta sebagian tim ekspedisi budaya bergegas menuju SD 11 Tanjung Lokang. Di sana, mereka akan bertemu murid-murid pedalaman, sekaligus memberikan kado sepatu sekolah untuk mereka.

Sedangkan satu tim lagi langsung berkoordinasi dengan tokoh adat. Letak rumahnya tak jauh dari rumah Kades Tanjung Lokang. Mereka berencana ke goa tempat pemakaman para nenek moyang dulu. Melihat sekaligus mendokumentasikan prosesi ritual sekaligus mendengarkan cerita nenek moyang Dayak Punan pada masa lampau.

Di waktu bersamaan, Rita beserta tim menuju ke SD 11 Tanjung Lokang. Di perjalanan menuju sekolah, mereka disambut anak-anak SD dengan riang gembira. Mengenakan seragam sekolah tanpa sepatu, mereka berkejaran menggiring Rita menuju ke salah satu ruang kelas. Di sana, tim ekspedisi sudah dinantikan kepala sekolah beserta para guru SD 11 Tanjung Lokang.

Berdus-dus sepatu hasil kolaborasi dengan Rumah Zakat yang dibawa dengan susah payah melalui perjalanan berat itu, akhirnya sampai di Tanjung Lokang. Lebih senangnya lagi, kado sepatu itu langsung diantar dan dipakaikan oleh Kadisdikbud Kalbar, Rita Hastarita.

“Siapa yang sudah ke Pontianak ? Siapa yang mau sekolah ke Pontianak ? Siapa yang mau sepatu baru?” seru Rita kepada seluruh siswa SD Tanjung Lokang.

Tak ayal semua siswa menunjuk tangan, mengiyakan pertanyaan Rita. Para laskar pelangi Tanjung Lokang itu kompak menginginkan jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Begitu pula dengan kado sepatu dari Kadisdikbud Kalbar. Semua ingin pergi ke sekolah menggunakan sepatu baru.

Dalam sambutannya, Rita meminta agar semua siswa dapat menyelesaikan sekolah hingga jenjang SMA sederajat. Jika memiliki biaya, harus melanjutkan jenjang perguruan tinggi. Rita mengetahui bahwa Desa Tanjung Lokang belum memiliki SMP. Jadi, untuk melanjutkan pendidikan dari tingkat dasar ke menengah pertama, anak-anak Tanjung Lokang harus ke Putussibau.

Tak mudah untuk mencapai ke sini. Banyak rintangan karena akses satu-satunya menuju Tanjung Lokang hanya melalui alur sungai. Jika perjalanan tanpa kendala, dari Putussibau ke Tanjung Lokang bisa memakan waktu delapan jam perjalanan. “Kepada kepala sekolah dan guru-guru di SD 11 Tanjung Lokang, saya banyak-banyak terima kasih karena sudah mengajar anak-anak di pedalaman. Berkat ibu bapak guru, anak Tanjung Lokang bisa berhitung dan membaca,” ujarnya.

Kepala Sekolah SD 11 Tanjung Lokang, Agus Jumadi mengatakan jumlah siswanya mencapai 53 orang total dari kelas 1 sampai kelas 6 SD.  Kesemuanya merupakan anak-anak Desa Tanjung Lokang. Ia pun berterima kasih atas kado sepatu kepada siswa. Diakuinya, untuk sekarang Desa Tanjung Lokang belum memiliki SMP. Ini menjadi tantangan bagi anak-anak Tanjung Lokang. Sebab setelah lulus SD, mereka mesti berjuang untuk bisa melanjutkan pendidikan menengah pertama.

 

Kedatangan Kadisdikbud Kalbar dengan langsung melihat kondisi persoalan yang dihadapi Tanjung Lokang, salah satunya di bidang pendidikan. Diharapkan masalah ini bisa diperjuangkan solusinya.

Seketika Rita menghela nafas mendengarkan apa yang disampaikan Kepala Sekolah SD 11 Tanjung Lokang. Matanya sedikit berkaca. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah). Menurutnya, ketiadaan sekolah menengah pertama mesti dicarikan solusinya.

Kemudian pada malam harinya, semua warga dan tokoh masyarakat di Desa Tanjung Lokang berkumpul di Aula Desa. Banyak persoalan dibahas dengan menitikberatkan pada persoalan pendidikan agar bisa merata bagi anak-anak Tanjung Lokang. (bersambung)

Editor : Indra Zakaria