Hujan tidak turun-turun hampir tiga pekan, berdampak sebaran jumlah hotspot (titik panas) di beberapa wilayah di Kalimantan Barat tidak mengalami pengurangan. Malahan hampir setiap hari dari pantuan satelit terus bertambah. Data terbaru, sebanyak 389 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan rendah, menengah, dan tinggi terus bermunculan di banyak titik.
Jumlah ini lebih besar, jika dibandingkan hari kemarin yang hanya berjumlah 351 titik panas. Hanya saja sebarannya berada pada 12 kabupaten. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menghantui masyarakat.
Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Kalimantan Barat mendata sebaran titik panas pada beberapa daerah di Kalbar. Sebaran hotspot tersebut dideteksi dengan memakai sensor VIIRS dan MOODS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA), di mana dapat memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami titik panas.
Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan daerah sekitar. Observasi juga dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit.
Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak merilis data sebaran titik panas dari tanggal 27 Juli dari pukul 00.00 sampai 23.00 WIB.
Terdeteksi bahwa Kabupaten Sanggau beberapa hari belakangan tidak beranjak sebanyak penyumbang titik panas terbanyak. Untuk hari ini saja (kemarin), masih terpantau sebagai penyumbang titik panas terbanyak. Hari ini dan hari kemarin, 105 hotspot masih menyasar wilayah dengan sebutan Bumi Daranante ini. Tingkat kepercayaan titik panasnya masuk kategori menengah. Kabupaten Kapuas Hulu juga beranjak naik sumbangan titik panas kedua dengan 50 hotspot. Tingkat kepercayaannya dari rendah hingga menengah.
Sementara Kabupaten Landak Kembali terpantau Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, menyumbang titik panas terbanyak berikutnya. Hotspotnya berjumlah 45. Kabupaten Bengkayang dan Kubu Raya juga jumlah sebaran hotspotnya mengalami kenaikan dan pengurangan. Masing-masing dua wilayah berbeda ini terdeteksi sebanyak 39 hotspot.
Tingkat kepercayaan titik panasnya berada di tingkat menengah. Pun demikian Kabupaten Sekadau dan Sambas tidak luput dari sebaran titik panas yang berjumlah masing-masing sebanyak 25 dan 24.
Kabupaten lain seperti Mempawah, Ketapang, Melawi dan lain-lain masih tercatat menyumbangb hotspot di wilayahnya masing-masing.
Kualitas Udara di Tiga Wilayah Buruk
Sementara itu, Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat juga memantau kualitas udara di Kalimantan Barat. Ada tiga kabupaten terpantau kualitas udaranya masuk kategori buruk yakni sangat tidak sehat dan tidak sehat.
Pertama di Kabupaten Mempawah dengan ukuran 239,1 ug/m3 terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Kualitas udaranya terukur Sangat Tidak Sehat.
Dua kabupaten lainnya yakni Kubu Raya dengan 116,0 ug/m3 sekitar pukul 20.00 WIB dan Sintang dengan 61,8 ug/m3 terjadi pada pukul 04.00 WIB.
Dua wilayah tersebut kualitas udaranya masuk ketegori tidak sehat. Informasi kualitas udara yang dianalisis dari tiga stasiun pantauan alat kualitas udara Particulate Matter 2.5 (PM2.5) pada tanggal 27 Juli. (den)
Editor : Indra Zakaria