Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kalbar Mulai Memanas, Upaya Pemadaman Dini Jadi Kunci Cegah Kabut Asap

Redaksi Prokal • 2026-01-21 06:45:00
Petugas pengendalian karhutla, DLHK Kalbar melakukan upaya pemadaman api yang membakar lahan di Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah. (ISTIMEWA)
Petugas pengendalian karhutla, DLHK Kalbar melakukan upaya pemadaman api yang membakar lahan di Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah. (ISTIMEWA)

 

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) kini tengah memperkuat kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah antisipasi ini menyusul peringatan dini dari BMKG yang mencatat terjadinya hari tanpa hujan kategori sangat pendek serta suhu udara yang mulai meningkat di sejumlah wilayah, termasuk Kota Pontianak, sejak pertengahan Januari 2026.

Kondisi cuaca yang mulai panas memicu munculnya titik api, terutama di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Sejak 15 Januari lalu, Regu Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dari UPT KPH Kubu Raya telah diterjunkan untuk melakukan pemadaman secara intensif. Upaya pemadaman ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan masyarakat. Namun, tim di lapangan menghadapi tantangan berat karena lokasi kebakaran merupakan lahan gambut yang dalam, ditambah dengan keterbatasan sumber air yang menyulitkan proses pemadaman hingga tuntas.

Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani, telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh unit pelaksana teknis di bawahnya untuk segera bertindak cepat jika menemukan titik api sekecil apa pun. Ia menekankan bahwa pencegahan dini adalah kunci utama agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan serta lingkungan. Selain di Kubu Raya, penguatan patroli dan pemantauan titik rawan juga telah ditingkatkan di wilayah Mempawah dan Kayong Utara guna memastikan tidak ada kobaran api yang tak terkendali.

Lebih lanjut, Adi Yani meminta seluruh pemegang izin usaha di sektor kehutanan maupun perkebunan untuk aktif menjaga wilayah mereka masing-masing. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan sarana dan prasarana pengendalian api siap sedia setiap saat. Pihak DLHK menegaskan bahwa tanggung jawab pengendalian karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kerja sama kolektif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat luas.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran, terutama di tengah kondisi jeda hujan seperti saat ini. Masyarakat diharapkan segera melaporkan indikasi munculnya asap atau api kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin sebelum dampak lingkungan dan sosial ekonomi menjadi semakin besar. (*)

Editor : Indra Zakaria