Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kalbar Bukan Lagi Wilayah "Bebas Gempa": Sintang Diguncang, Frekuensi Terus Meningkat dalam Sedekade

Redaksi Prokal • 2026-01-25 07:30:00
ilustrasi gempa
ilustrasi gempa

PONTIANAK – Wilayah Kalimantan Barat kembali dikejutkan oleh aktivitas tektonik. Gempa bumi dilaporkan mengguncang Kabupaten Sintang pada Jumat (23/1), menambah daftar panjang kejadian serupa yang menerjang provinsi tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat, gempa di wilayah ini bukan lagi merupakan kejadian sporadis. Catatan kegempaan menunjukkan tren yang cenderung dinamis dengan frekuensi yang cukup sering. Terhitung sejak Agustus 2011 hingga 23 Januari 2026, Kalimantan Barat telah diguncang sebanyak 32 kali gempa bumi.

Melihat kilas balik satu dekade terakhir, aktivitas kegempaan di Kalbar mengalami fluktuasi yang menarik perhatian. Jika pada rentang 2011 hingga 2021 rata-rata gempa hanya terjadi satu hingga tiga kali per tahun, intensitasnya meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022 tercatat sebanyak enam kali kejadian, lima kali pada 2023, dan mencapai puncaknya pada 2024 dengan delapan kali kejadian—angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Sepanjang 2025, tercatat empat kali kejadian, sementara gempa di Sintang ini menjadi pembuka catatan kegempaan di tahun 2026.

Menanggapi peristiwa tersebut, BMKG Kalimantan Barat melalui pernyataan resminya mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Sintang, Sekadau, dan sekitarnya, untuk tetap tenang dan tidak termakan isu yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap kondisi fisik bangunan pascaguncangan. BMKG menyarankan agar warga menghindari bangunan yang tampak retak atau mengalami kerusakan struktural karena dapat membahayakan keselamatan jika terjadi guncangan susulan, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke dalam rumah.

Pihak otoritas terus memantau pergerakan sesar aktif di wilayah tersebut guna memberikan informasi peringatan dini yang akurat bagi masyarakat setempat. (*)

Editor : Indra Zakaria