PONTIANAK – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Hingga Jumat (23/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar melaporkan titik api masih terus meluas di beberapa kabupaten dan kota. Kendala klasik berupa minimnya sumber air dan sulitnya akses menuju lokasi menjadi tembok besar yang menghambat pergerakan tim pemadam di lapangan.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengungkapkan bahwa tim operasi telah bekerja nonstop sejak pagi hingga tengah malam di berbagai titik panas. Di Kabupaten Kubu Raya, api melahap lahan semak belukar hingga perkebunan warga di Kecamatan Sungai Raya dengan luas mencapai dua hingga lima hektare. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Mempawah, di mana titik terluas ditemukan di Desa Wajok Hulu yang mencapai 50 hektare.
“Kendala utama yang kami hadapi adalah jauhnya sumber air serta minimnya parit di sekitar area terbakar. Selain itu, angin kencang dan kondisi lahan yang berjurang di beberapa lokasi membuat personel harus bekerja ekstra keras,” ujar Daniel.
Situasi di Kabupaten Sambas tidak kalah mengkhawatirkan. Kebakaran lahan gambut yang terjadi sejak pertengahan Januari di Selakau Timur kini diperkirakan telah mencapai luas 40 hektare. Mengingat sulitnya medan, BPBD setempat kini mendesak adanya dukungan pesawat water bombing serta bantuan armada mesin pemadam tambahan untuk Masyarakat Peduli Api (MPA). (*)
Editor : Indra Zakaria