Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Petahana Memimpin, Calon Muda Mengejutkan

miminradar-Radar Banjarmasin • Jumat, 19 April 2019 - 16:11 WIB

Surat suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) memang memang masih dihitung. Namun dari berbagai sampel TPS yang dikumpulkan Radar Banjarmasin dari sekitar 70 TPS di seluruh Kalsel, panggung tampaknya masih dimiliki kandidat petahana dengan kecenderungan tokoh agama. Yang mengejutkan, penantang muda ternyata memberi perlawanan sengit.

----

Untuk yang terakhir, sebut saja Agustin Nur Martina Putri. Di Banjarmasin, perolehan suara perempuan muda berjilbab itu tak pernah jauh-jauh dari lima besar. Sekalipun tak pernah menjadi yang teratas.

Masalahnya, ada 15 caleg DPD yang bertarung. Hanya empat orang yang akan berangkat ke Jakarta. Tapi Agustin belum menyerah. "Saya masih optimis. Dari formulir C1 yang dikumpulkan relawan, bahkan oleh netizen, pada beberapa TPS saya berhasil unggul," ujarnya, kemarin (18/4).

Namun, dia menyadari, klaim kemenangan bakal menjadi langkah terburu-buru. Nama-nama seperti Gusti Farid Hasan Aman, Adhariani, dan Habib Hamid Abdullah tak bisa dipandang remeh. Perolehan suara mereka tampak stabil.

Andaikan kalah, Agustin menjamin takkan kecewa. Apalagi menyalahkan pemilih. Lantaran ternyata masyarakat Kalsel lebih menyenangi calon petahana. Bukan wajah-wajah baru yang muda dan fresh.

"Tidak akan kecewa. Karena saya belajar banyak dari sini. Saya juga bangga bisa terlibat dalam pemilu," imbuhnya. Agustin berharap, langkahnya terjun ke dunia politik bisa memberi inspirasi kepada kaum muda Banua.

"Bahwa generasi muda jangan antipati dengan politik. Sudah saatnya yang muda mengambil peran lebih," tegasnya. Pemilu 2019 bukanlah akhir dari karir politik Agustin. Dia yakin, jika bukan sekarang, kesempatannya akan tiba pada masa nanti.

Bertarung di medan DPD jelas berbeda. Karena mereka tak didukung mesin partai. Pertimbangan pemilih kerap lebih berfokus pada ketokohan sang calon.

Apakah pemilih Kalsel lebih menyukai tokoh agama ketimbang tokoh politik? Mengingat karakter religius masyarakat Banjar. Pertanyaan itu disodorkan pada Habib Abdurrahman Bahasyim.

"Untuk menjawab itu, harus ada penelitian yang kredibel. Jadi jawabannya valid. Tapi, mungkin itu cuma salah satu sebab saja," ujarnya.

Abdurrahman yakin, pemilih sudah cerdas. Mereka menuntut wakil yang mau bekerja keras untuk menyampaikan aspirasi daerah. Tak terjebak pada simbol-simbol keagamaan belaka. "Karena begitulah tuntutan masyarakat kita hari ini," imbuhnya.

Dalam benak pembaca, sosok Abdurrahman tentu tak asing. Dijuluki Habib Banua. Mencuat melalui wadah gerakan Islam beberapa tahun silam. Jika kembali terpilih sebagai anggota DPD, bagaimana cara ia menjaga loyalitas pemilih?

Abdurrahman mengaku tak memiliki strategi khusus. "Jangan hanya mendekati rakyat ketika menjelang pemilu. Dalam banyak kesempatan, dekati mereka. Itu saja," tegasnya. Sebagai tambahan normatif, menjaga raport kinerja sesuai tupoksi DPD. (fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik