Air sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara meluap, Minggu (14/1). Air kiriman dari Sungai Tabalong dan Balangan, karena meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari ini.
Dari Sungai Balangan ketinggian air berada di level 7,76 meter. Berikutnya dari Sungai Tabalong berada pada level 7,03 meter, dari batas maksimal 8 meter. Sedangkan dari Sungai Negara, tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten HSU, tinggi air berada pada kisaran 6.30 meter. Ketiga sungai ini masih berstatus siaga.
Sejumlah wilayah di Kecamatan Banjang, Amuntai Utara dan Kecamatan Amuntai Tengah, air sungai meluap ke jalan. Bahkan, menggenangi permukiman warga yang tak jauh dari bantaran sungai. Tinggi air sudah selutut orang dewasa. Kepala BPBD HSU, Syamrani mengatakan sudah 770 kepala keluarga terdampak banjir. Dengan jumlah jiwa 2.181 jiwa.
Apabila rumah sudah tergenang, Syamrani meminta agar alat-alat listrik dimatikan atau diamankan. Selamatkan pula harta benda ke tempat yang lebih aman. Selain itu, juga melakukan edukasi siaga melalui spanduk, medsos, TV kabel dan media. “Untuk peringatan dini, kami mengimbau masyarakat, khususnya di bantaran sungai, lebih waspada atas peningkatan debit air. Memperhatikan instalasi listrik di rumah,” pesannya.
BPBD HSU meminta para camat dan kepala desa untuk terus melaporkan setiap peningkatan debit air di wilayah masing-masing. Personel Pusdalops PB BPBD dan relawan PB juga ditugasi memantau ketinggian debit air. Bagi warga yang memerlukan pertolongan, dapat mengakses call center Pusdalops BPBD HSU dengan nomor telepon 052762119, WhatsApp 0899-8827-555. “Harapan kami air yang meluap kali ini bisa segera surut, sehingga aktivitas dapat kembali berjalan normal,” ucapnya.
Sekda HSU Adi Lesmana, mewakili Pj Bupati HSU Zakly Aswan memimpin rapat koordinasi dengan BPBD HSU terkait terus meluasnya luapan air sungai ini. Rapat juga diikuti lintas sektor melibatkan Polres HSU dan Kodim 1001 HSU/Balangan di Ruang Rapat Terbatas Pemkab HSU, Minggu (14/1) kemarin. “Status HSU saat ini menjadi siaga bencana banjir, puting beliung dan tanah longsor atau Batingsor,” ujar sekda.
Pada rapat ini, terungkap delapan kecamatan sudah terdampak banjir dengan skala ketinggian air yang berbeda. Terjadi di Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Amuntai Utara, Babirik, Banjang, Haur Gading, Sungai Pandan, dan Sungai Tabukan. Hanya dua kecamatan yang masih aman dari dampak banjir yakni Kecamatan Danau Panggang dan Paminggir. “Saya menyampaikan apresiasi kepada pihak Polres HSU dan Kodim Amuntai yang siap mem-backup dan menyediakan perahu karet selama proses evakuasi banjir diperlukan nantinya,” sampainya.
Situasi di lokasi, anggota tim reaksi cepat BPBD HSU, Dody bersama rekannya telah melakukan pemasangan karung pasir pada fasilitas perkantoran yang terdampak air banjir. “Tanggul karung pasir ini dipasang di kantor pemerintahan di antaranya sekretariat KPU HSU yang berada di Jalan Kuripan, Kelurahan Murung Sari, dan beberapa rumah warga di Kecamatan Amuntai Tengah,” ungkapnya.
Data Banjir HSU Januari 2024
- Kecamatan Terdampak: 8 Kecamatan
- Desa Terdampak: 30 Desa
- Rumah Terendam: 621 Unit
- KK Terdampak: 770 KK
- Jiwa: 2.181
- Jalan: 865 meter
- Fasilitas Kesehatan: 1 fakes
- Fasilitas Umum: 2 Fasum.
- Beberapa sekolah yang terdampak banjir diliburkan dan diganti pembelajaran daring atau online.