Pada 27 November 2024 nanti digelar pemilihan bupati, wali kota, dan gubernur serentak di Indonesia. Pekan lalu (21/3), suara di seberang telepon masih terdengar bersemangat.
Kepada Radar Banjarmasin, Mukhyar bercerita, begitu Pileg tuntas ia langsung menjalin komunikasi dengan banyak parpol. Tidak pilah pilih, mau kuning, merah, hijau, atau biru.
Mukhyar bisa bergerak leluasa karena ia telah mengantongi surat rekomendasi PKS untuk maju di Pilwali nanti. Surat rekomendasi itu diserahkan Wakil Sekjen DPP PKS, Muhammad Rozak dan disaksikan Sekjen DPP PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi pada Januari 2024.
Mukhyar berharap, koalisi bisa terjalin. Mengingat untuk mengusung calon, minimal memiliki sembilan kursi di DPRD Banjarmasin. PKS memperoleh hasil positif pada 14 Februari. Meraih tujuh kursi. Artinya, tinggal dua kursi tambahan.
"Di luar parpol yang memiliki kursi (tidak lolos ke DPRD), kami juga menjalin komunikasi. Karena mereka pasti punya massa pendukung," jelasnya. Ditanya kesiapan, Mukhyar mengaku sudah sangat siap. Soal kriteria pasangan balon wawali, bagi Mukhyar yang terpenting kooperatif.
"Kami ingin melayani masyarakat, bukan dilayani masyarakat. Kami ingin terbuka untuk dikritik masyarakat. Tidak ada sekat atau batasan," ujarnya. Dia yakin, pemko butuh perubahan. "Bukan seperti mobil mogok. Yang ketika didorong dan tak lagi mogok, malah menghilang," sindirnya. "Kurangi kegiatan seremonial. Perbanyak pembangunan infrastruktur dan pembenahan pelayanan publik," tegasnya.
Pemberdayaan generasi muda juga menjadi perhatiannya. "Kami banyak menampung harapan dan keluhan nereka. Generasi muda adalah aset," tekannya. Soal rivalitas, ia menyambut baik nama-nama yang bermunculan di bursa balon wali kota dan wawali. "Ayo, kita bersaing sehat! Makin banyak pilihan, makin mudah masyarakat menentukan pilihan sesuai nurani," ucapnya. (*)