Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Berburu Tiket Pesawat di Puncak Mudik di Banua, Tambah Flight, Tiket Tetap Ludes

Indra Zakaria • Rabu, 26 Maret 2025 - 19:30 WIB
TITIP BAGASI: Suasana arus mudik Lebaran di Bandara Syamsudin Noor pada tahun lalu. (Foto: DOK RADAR BANJARMASIN)
TITIP BAGASI: Suasana arus mudik Lebaran di Bandara Syamsudin Noor pada tahun lalu. (Foto: DOK RADAR BANJARMASIN)

 

Yang mau mudik dan ingin membeli tiket pesawat, terutama di tanggal 26 hingga 30 Maret, siap-siap gigit jari. Semua tiket penerbangan sudah full alias ludes untuk puncak arus mudik ini.

****
Rahmat dan rekannya baru saja menyelesaikan pekerjaan audit internal perusahaan di Banjarmasin. Mereka kaget saat hendak balik ke Jakarta. Tiket pesawat sulit dicari akhir pekan tadi. Harganya Rp10 juta untuk berdua.

Mendengar informasi mengagetkan itu, Rahmat pun putar otak. Mereka pun akhirnya memilih jalan darat ke Palangka Raya sebagai rute terdekat. Lantas terbang dari sana, untuk balik ke Jakarta.

Pimpinan Lion Air Banjarmasin Dahlan mengaku untuk puncak arus mudik yaitu tanggal 26 hingga 30 Maret, tiket penerbangan Lion Air sudah habis. "Tiket sudah full booking untuk puncak arus mudik. Kalau pun ada, itu di tanggal 31 Maret ke atas," ucapnya.

Harga tiket Lebaran sudah di atas Rp1 jutaan. Meski begitu, ini tetap diminati masyarakat yang memang sudah rindu kampung halaman.

Hal senada diungkapkan Kepala Cabang Dharma Lautan Utama, Anton Wahyudi. Tidak jauh berbeda dengan tiket pesawat, tiket kapal laut juga sudah habis untuk puncak arus mudik.

Baca Juga: Cegah Kecurangan BBM di Jalur Mudik di Wilayah Kabupaten Banjar, Empat SPBU Disidak

"Penjualan tiket melalui online sudah hampir 80% setiap tanggalnya, dan untuk puncak arus mudik tanggal 26 hingga 28 Maret tiketnya sudah penuh," sebutnya.

Di aplikasi tiket.com hingga pukul 22.00 tadi malam, dari semua maskapai yang beroperasi di Bandara Syamsudin Noor, masih ada tiket tersisa dari Lion Air untuk penerbangan Senin (24/3) pagi. Itu pun harganya terus berubah, sudah merangkak di angka Rp2,7 juta. Sedangkan beberapa hari ke depan, sudah tak ada lagi tiket yang tersedia.

Bandara Sambut Peak Season Mudik
General Manager Bandara Syamsudin Noor, Khaerul Assidiqi mengatakan pihaknya antusias menyambut adanya peak season Mudik 2025 kali ini. Diproyeksikan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang sebanyak 7% dibandingkan periode sebelumnya dengan peningkatan dari 209.613 penumpang menjadi 224.286 penumpang.

"Tidak hanya itu, pada aktivitas pesawat juga akan terjadi peningkatan sebanyak 5% pada periode ini dengan peningkatan dari 1.757 movements menjadi 1.845 movements," sebutnya.

Puncak arus mudik pada periode kali ini, kata Khaerul, diprediksi akan terjadi pada 28 Maret 2025 dengan total 13.457 penumpang. Sementara puncak arus balik akan terjadi pada 7 April 2025 dengan total sebanyak 13.233 penumpang.

Mengantisipasi hal tersebut, Manajemen InJourney Airports telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dalam penyediaan angkutan udara yang pada kesempatan ini tercatat rencana extra flights tujuan Jakarta (CGK) sebanyak 2 flights menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Surabaya (SUB) sebanyak 5 flights menggunakan maskapai Lion Air, Semarang (SRG) 5 flights menggunakan maskapai Lion Air, dan Yogyakarta (YIA) sebanyak 5 flights menggunakan maskapai Lion Air. Masing-masing untuk keberangkatan dan kedatangan.

“Untuk mendukung para pengguna jasa dapat mudik dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman dengan aman, nyaman, dan berkesan menggunakan moda transportasi udara melalui Bandara Syamsudin Noor, kami juga telah menyiapkan total 333 personel yang terdiri dari 253 personel internal kami, dan didukung oleh 80 personel eksternal dari TNI, POLRI," jelasnya

Ini sebagai wujud komitmen dalam memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkesan kepada para pengguna jasa.

Baca Juga: Segera Daftarkan Diri! Banjarbaru Siapkan Angkutan Mudik Gratis

“Kami bersama dengan stakeholder terkait telah melakukan serangkaian persiapan, pembuatan program, hingga koordinasi aktif untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan jumlah aktivitas di Bandara maupun kondisi abnormal yang mungkin terjadi," ucapnya.

Salah satunya, sebut Khaerul, adalah dengan pelaksanaan Posko Angkutan Udara Idulfitri 2025 yang beroperasi selama jam operasional Bandara, yaitu pukul 06.00 - 23.00 WITA.

Menjelang momentum mudik Lebaran 2025, Manajemen Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) kembali menggelar Posko Angkutan Udara Lebaran di Selasar Terminal Kedatangan Domestik Bandara Syamsudin Noor sejak Kamis (20/3). Posko tersebut direncanakan berlangsung selama 22 hari terhitung mulai 21 Maret hingga 11 April 2025 mendatang.

Selama periode Mudik Lebaran 2025, ujar Khaerul, hal-hal terkait operasional telah disiapkan antara lain dengan pelaksanaan inspeksi keselamatan angkutan lebaran, pengecekan fasilitas kebandarudaraan secara berkala, Airport Security Committee, hingga persiapan para personel operasi.

"Manajemen InJourney Airports juga telah menyiapkan sejumlah program antisipasi untuk keadaan darurat, accident, dan force majeur saat mudik Lebaran berlangsung," katanya. Khaerul mengimbau para pengguna jasa untuk tiba lebih awal di bandara dan berhati-hati dengan barang bawaan selama bepergian. (*)


Proyeksi Arus Mudik di Bandara Syamsudin Noor
Rencana Extra Flights Keberangkatan dan Kedatangan
- Tujuan Jakarta (CGK) sebanyak 2 flights menggunakan maskapai Garuda Indonesia
- Tujuan Surabaya (SUB) sebanyak 5 flights menggunakan maskapai Lion Air
- Tujuan Semarang (SRG) 5 flights menggunakan maskapai Lion Air
- Tujuan Yogyakarta (YIA) sebanyak 5 flights menggunakan maskapai Lion Air.

Proyeksi Penumpang Pesawat
- Diproyeksikan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang sebanyak 7% dibandingkan periode sebelumnya dengan peningkatan dari 209.613 penumpang menjadi 224.286 penumpang.
- Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada 28 Maret 2025 dengan total 13.457 penumpang.
- Puncak arus balik akan terjadi pada 7 April 2025 dengan total sebanyak 13.233 penumpang.

 

 

 

Editor : Indra Zakaria