BANJARBARU – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarbaru mencatat peningkatan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang Januari hingga September 2025.
Sebanyak 47 kasus baru ditemukan, dengan 29 di antaranya bukan warga Banjarbaru.
Relawan KPA Banjarbaru, Edi Sampana menyebut, kenaikan kasus ini dipicu oleh banyaknya individu yang tertular HIV sejak enam bulan hingga tiga tahun lalu, namun baru terlihat gejalanya saat ini. "Dari puluhan kasus baru tersebut, enam penderita meninggal dunia karena terlambat menjalani pengobatan," ucapnya.
Edi mengakui penemuan kasus ini merupakan hasil upaya deteksi dini yang gencar dilakukan di 10 puskesmas dan sembilan rumah sakit di Banjarbaru. "Petugas kesehatan aktif menjaring kelompok berisiko tinggi tanpa menunggu munculnya gejala," sebutnya.
Lebih jauh, ia menyebut secara keseluruhan, Banjarbaru telah mencatat sekitar 600 kasus HIV. Saat ini, hanya 300 pasien yang masih bertahan hidup dan berdomisili di Banjarbaru, sementara sisanya meninggal dunia dan pindah ke daerah lain.
"KPA mengimbau masyarakat berisiko tinggi, seperti mereka yang kerap berganti pasangan seksual maupun pengguna narkoba suntik, untuk segera melakukan pemeriksaan,"ujarnya.
Dengan deteksi dini, Edi meyakini penularan dapat dicegah dan pasien bisa lebih cepat menjalani terapi antiretroviral guna menjaga kualitas hidup. (*)
Editor : Indra Zakaria