AMUNTAI- Kasus perkelahian dua remaja putri di bawah umur yang videonya sempat viral di media sosial akhirnya menemui titik terang. Peristiwa yang diketahui terjadi di Desa Pulau Tambak, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tersebut dipicu oleh persoalan asmara dan kecemburuan. Beruntung, konflik yang sempat menjadi tontonan rekan-rekan sebaya pelaku ini berhasil diselesaikan melalui jalur mediasi di Mapolres HSU.
Kasat Reskrim Polres HSU, AKP Teguh Kuatman, menjelaskan bahwa perselisihan bermula saat salah satu remaja merasa cemburu melihat lawannya berboncengan dengan pria yang disukainya. Hubungan yang memanas itu berlanjut dengan aksi saling ejek di media sosial hingga keduanya sepakat untuk bertemu dan berduel di lokasi yang telah ditentukan. Mirisnya, aksi kekerasan tersebut direkam oleh rekan-rekan mereka yang juga masih di bawah umur, hingga tersebar luas dan memicu keprihatinan publik.
Menyikapi kegaduhan tersebut, Polres HSU segera memfasilitasi proses klarifikasi dan penyelesaian masalah pada Kamis (19/3) di Ruang Pelayanan Publik. Mediasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari orang tua kedua belah pihak, aparat desa, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten HSU. Hasilnya, kedua remaja putri tersebut sepakat untuk mengakhiri perselisihan dan menandatangani perdamaian yang disaksikan langsung oleh pihak keluarga dan instansi terkait.
Pasca-perdamaian, pihak DPPPA HSU berkomitmen untuk melakukan pembinaan mendalam bagi kedua remaja tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Peran keluarga dan lingkungan dianggap sangat krusial dalam membina perilaku anak agar tidak mudah terprovokasi, terutama dalam penggunaan media sosial. Selain itu, oknum yang merekam dan menyebarkan video perkelahian tersebut juga telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas tindakan mereka yang memperkeruh suasana.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak mereka. Bijak dalam bersosial media dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan menjadi pesan utama guna menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Hulu Sungai Utara. (*)
Editor : Indra Zakaria