Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Beruang Madu Jarah Pondok Kebun di Desa Lampuyang, BKSDA Sampit Terkendala Jumlah Perangkap

Redaksi Prokal • 2026-01-18 13:15:00
Ilustrasi beruang masuk pondok. (Dibuat dengan akal imitasi).
Ilustrasi beruang masuk pondok. (Dibuat dengan akal imitasi).

 

SAMPIT – Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seekor beruang madu dilaporkan memasuki area perkebunan warga di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Tidak hanya menampakkan diri, hewan dilindungi tersebut juga merusak fasilitas warga dan menjarah bahan pangan yang disimpan di dalam pondok kebun.

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan gangguan satwa ini sejak Kamis (15/1). Berdasarkan laporan yang masuk, beruang tersebut menyasar pondok di tengah perkebunan kelapa sawit dan mengambil stok logistik milik petani.

"Satwa liar tersebut merusak pondok kebun dan mengambil sejumlah bahan pangan seperti gula dan minyak goreng yang disimpan di sana," ujar Muriansyah saat dikonfirmasi, Minggu (18/1).

Meski gangguan satwa ini meresahkan warga, pihak BKSDA belum bisa melakukan langkah evakuasi melalui pemasangan perangkap. Kendala utamanya adalah keterbatasan alat penangkap satwa yang dimiliki oleh Pos Jaga Sampit. Saat ini, BKSDA hanya memiliki dua unit perangkap yang keduanya tengah digunakan di lokasi lain.

Satu unit perangkap berukuran besar masih terpasang untuk penanganan konflik di wilayah Kecamatan Cempaga Hulu, sementara satu unit lainnya yang berukuran lebih kecil tengah difungsikan di Kecamatan Baamang. Akibatnya, belum ada unit perangkap yang bisa dialihkan ke Desa Lampuyang dalam waktu dekat.

Sebagai langkah antisipasi, BKSDA mengimbau para petani di Desa Lampuyang untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun. Warga disarankan untuk tidak menyimpan bahan pangan yang beraroma kuat di dalam pondok guna meminimalisir daya tarik bagi satwa pencium tajam seperti beruang madu. Masyarakat diminta segera melapor jika intensitas kemunculan satwa semakin sering, sembari menunggu ketersediaan alat untuk proses evakuasi lebih lanjut. (*)

Editor : Indra Zakaria