PENAJAM-Truk tronton bermuatan 24 ton semen curah yang terjun ke laut di kawasan Pelabuhan Feri Penajam pada Sabtu (23/3) sekira pukul 00.35 Wita, hingga kemarin (24/3) sore belum dievakuasi. Truk tronton KT 8693 VD yang dikemudikan Jokter Siahaan itu terperosok ketika hendak naik ke KM Dharma Badra.
PT Dharma Lautan selaku pemilik kapal dan pihak ASDP telah berusaha mengevakuasi tronton dengan cara manual. Sebanyak 40 drum dan dua unit tandon diikatkan ke bodi truk, dengan harapan tronton bisa mengapung. Namun upaya tersebut gagal.
Rencananya, pada Sabtu lalu truk akan dievakuasi menggunakan crane Barge Seven II. Namun, saat akan menuju Pelabuhan Feri Penajam, crane kandas di perairan Jenebora. “Crane Barge Seven II yang akan mengevakuasi diperkirakan baru bisa merapat di Pelabuhan Feri Penajam nanti malam (tadi malam, Red) Mudah-mudahan berhasil,” kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila, kemarin (24/3).
Truk tronton yang terjatuh di dermaga I Pelabuhan Feri Penajam itu menyebabkan satu dermaga tidak bisa berfungsi. Sebab, truk terjatuh tepat di ramp door. “Mudah-mudahan tronton bisa cepat dievakuasi agar semua dermaga bisa beroperasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Penajam Iptu Muhlis mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab terjatuhnya truk tronton tersebut. Hasil penyelidikan sementara, tronton terjatuh ketika hendak naik kapal feri tujuan Pelabuhan Kariangau.
Ketika separuh badan truk tronton telah masuk kapal, tiba-tiba badan kapal bergerak mundur. Bagian belakang tronton pun nyemplung ke laut. Beruntung truk tronton tidak langsung jatuh, sehingga sopir yang membawa istri dan anaknya serta seorang kernet bisa menyelamatkan diri.
Selanjutnya, pihak kapal feri memutuskan untuk menjatuhkan seluruh badan tronton karena dikhawatirkan akan memengaruhi keseimbangan kapal. “Tronton bermuatan semen curah dari Tanjung, Kalimantan Selatan menuju Balikpapan. Ketika naik KM Darma Badra, ban truk sudah di lantai kapal dan ban belakang masih posisi jembatan dermaga, tiba-tiba kapal mundur. Karena tali pengikat kapal kendur, sehingga ramp door kapal terlepas dari ramp door dermaga,” terangnya, sambil menambahkan, tak ada korban jiwa maupun luka-luka atas kejadian tersebut.
Sebelum tronton bermuatan semen curah naik ke kapal feri, tiga kendaraan telah naik dengan mulus. Namun, ketika tronton dapat giliran, kapal tiba-tiba mundur. Diduga awak kapal tidak mengencangkan tali dari kapal ke dermaga. “Kami masih menyelidiki kasus ini. Saat ini masih berupaya mengevakuasi tronton tersebut,” pungkasnya. (kad/cal/k1)
Editor : adminbp-Admin Balpos