TANJUNG REDEB – Terjadinya musibah banjir yang melanda beberapa kampung di Kabupaten Berau pekan lalu, harus menjadi bahan evaluasi Pemkab Berau dalam melakukan penataan ruang dan permukiman.
Hal tersebut disampaikan Ketua Harian DPD Golkar Kaltim, Makmur HAPK, yang kemarin menyampaikan amanah dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato dan Ketua DPD Golkar Kaltim Rudy Masud, agar selalu tanggap dalam membantu masyarakat yang terkena musibah.
Makmur yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kaltim, menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kampung Tumbit Dayak dan Tumbit Melayu.
Setelah menyalurkan bantuan dan melihat kondisi permukiman masyarakat pascabanjir, Makmur menyebut Pemkab Berau harus melakukan evaluasi terhadap penataan ruang dan permukiman di kawasan tersebut.
Dijelaskannya, Kampung Tumbit Melayu dan Tumbit Dayak selama ini memang menjadi langganan banjir tahunan. Namun volumenya tidak seperti yang terjadi saat banjir kemarin. “Mulai dari dulu banjir, tetapi tidak setinggi yang terjadi pekan lalu,” ujarnya di sela-sela menyalurkan bantuan.
Bahkan saat dirinya menjadi Bupati Berau, dengan memahami kondisi kampung yang sangat rawan banjir, maka dirinya selalu mengarahkan masyarakat yang akan melakukan pembangunan permukiman, agar berkonsep rumah panggung untuk mengantisipasi banjir. Seperti keberadaan masjid di Tumbit Melayu yang dibangun dengan fondasi lebih tinggi sekitar satu meter, agar air saat banjir tidak masuk ke dalam masjid. “Masjid ini dibangun saat kami menjadi bupati. Sebenarnya saya minta lebih tinggi lagi, tapi alhamdulillah, kata warga saat banjir kemarin air tidak sampai masuk ke dalam masjid,” katanya.
Untuk itu, Makmur mengharapkan instansi terkait di Pemkab Berau bisa berinovasi dalam melakukan pembangunan di kawasan tersebut. Agar ketika banjir kembali melanda, tidak sampai menggenangi permukiman warga. “Bisa mengambil gagasan yang bisa meringankan beban masyarakat, jika ada perusahaan yang membangun perumahan ketinggian maka bangunannya bisa disejajarkan dengan jalan, atau lebih tinggi,” imbuhnya.
Menurut Makmur, dengan adanya musibah ini, dirinya meminta kepada Pemkab Berau untuk bisa mengambil tindakan agar kejadian ini tidak terulang lagi. Dia meminta mengambil kebijakan menyesuaikan keadaan saat ini, karena memang beberapa kampung tersebut menjadi langganan banjir setiap tahunya. “Peran dari pemerintahnya lagi untuk mengimbangi keadaan. Misal, jika memang sering terjadi banjir, maka fasilitas-fasilitas, seperti jalan ditinggikan dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan,” jelasnya.
Dan yang lebih penting lagi, kata dia, memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menjaga lingkungan. Karena itu adalah tugas dari pemerintah agar masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan. “Menjaga lingkungan adalah salah satu cara juga agar kejadian banjir tidak terulang,” tambahnya.
Bukan hanya pemerintah, Makmur juga meminta kepada para perusahaan yang beroperasi di wilayah kampung agar tidak tutup mata. Dalam hal ini, bisa memperhatikan kampung yang berada di lingkar perusahaan. “Ini bisa menjadi perhatian kita, seperti apa kepedulian perusahaan jika terjadi banjir seperti ini. Apakah mereka peduli kepada masyarakat atau tidak,” tegasnya.
Maka dari itu, Makmur meminta kepada Pemkab Berau agar berkoordinasi dengan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau untuk memperhatikan masyarakat, tidak hanya yang berada di lingkar operasional mereka bekerja. “Saya meminta para pengusaha saat ini bisa memperhatikan masyarakat kampung. Karena tidak bisa dipungkiri terjadinya banjir turut dipengaruhi semakin rusaknya lingkungan,”katanya.
Makmur menambahkan, antusias masyarakat Berau untuk membantu sesama sangatlah bagus. Pasalnya, saat dirinya mendatangi lokasi, banyak dari beberapa organisasi yang juga peduli dan memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah. “Saya sangat bangga, kepedulian dengan sesama masyarakat masih terus terjalin,” tambahnya.
Makmur bergarap agar kerukunan dan kepedulian sesama masyarakat bisa selalu dijaga, agar Kabupaten Berau selalu aman dan damai. “Saling membantu itu adalah kunci yang baik dalam hidup, dan itu sudah saya lihat dalam bencana ini, tidak putus masyarakat dari luar datang untuk memberikan bantuan,” katanya. (art/udi)
Editor : uki-Berau Post