Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

2021, Ekonomi Berau Tumbuh 5,36 Persen

izak-Indra Zakaria • 2022-02-26 20:34:43
PERTUMBUHAN EKONOMI: Badan Pusat Statistik (BPS) Berau merilis pertumbuhan ekonomi di Berau pada tahun 2021 mengalami kenaikan 5,36 persen.
PERTUMBUHAN EKONOMI: Badan Pusat Statistik (BPS) Berau merilis pertumbuhan ekonomi di Berau pada tahun 2021 mengalami kenaikan 5,36 persen.

TANJUNG REDEB - Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Kabupaten Berau, Badan Pusat Statistik (BPS) Berau mencatat, pada tahun 2021, terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,36 persen. Bisa dikatakan itu merupakan kenaikan yang signifikan jika dibanding tahun 2020 yang turun hingga 3,32 persen.

Kepala BPS Berau, Bahramsyah menyampaikan, perhitungan dinilai dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) yang sebelumnya hanya Rp 27,3 juta menjadi Rp 28,8 juta. Ia menambahkan, ekspor neto merupakan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi jika dibandingkan dengan komponen penyumbang lainnya, yakni sebesar 5,27 persen.

“Pertumbuhan volume barang dan jasa sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Bumi Batiwakkal, bukan dari kenaikan atau penurunan harganya,” jelasnya, Jumat (25/2).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur, Berau menduduki peringkat kedua dengan pertumbuhan ekonomi terbesar, setelah Kabupaten Paser yang naik sebesar 5,41 persen. Namun, kontribusi Berau terhadap struktur perekonomian Kaltim pada 2021 masih tergolong rendah, yakni berada di posisi empat terbawah.

“Yang paling besar Kutai Kartanegara dengan 25,50 persen, sedangkan Berau hanya menyumbang 6,19 persen,” tuturnya.

Ia melanjutkan, beberapa peristiwa yang terjadi sepanjang 2021 turut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Berau seperti permintaan batu bara oleh Tiongkok dan India yang meningkat, peningkatan volume komoditas ekspor, dan kenaikan harga tiket pesawat.

“Saya rasa semua peristiwa bisa berpengaruh terhadap ekonomi. Intinya bagaimana menggerakkan sektor atau lapangan usaha yang ada,” sambungnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi juga berpengaruh terhadap penghasilan per kapita penduduk Berau. Namun, juga bisa tidak berpengaruh apabila tren pertumbuhan penduduk naik terlalu drastis. Sebab, untuk mengetahui pendapatan per kapita adalah dengan membagi total pendapatan daerah dengan jumlah penduduk.

“Yang penting pertumbuhan penduduk tidak terlalu naik drastis, dan juga pertumbuhan ekonominya positif. Jika hal tersebut terjadi otomatis semakin meningkatkan pendapatan masyarakat, karena itu berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (hmd/har)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#ragam