SENDAWAR–Populasi ikan di Sungai Mahakam semakin berkurang. Terutama ikan patin, lancang, lempam, pipih (belida), belut, dan baung. Ikan-ikan tersebut kian sulit didapatkan sejak 10 tahun terakhir.
Berkurangnya populasi ikan itu bahkan terancam punah karena tercemarnya air sungai dari berbagai aktivitas masyarakat. Seperti limbah tambang batu bara. Belum lagi penangkapan ikan oleh nelayan menggunakan setrum dan racun.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Karena ikan adalah kebutuhan warga. Kalau tak ada ikan, pencarian ratusan nelayan hilang,” terang Sadli, warga Melak, Kutai Barat (Kubar).
Menurut dia, pemerintah setidaknya harus segera memikirkan solusi persoalan itu. “Jangan biarkan ikan langka. Pengembangbiakan menggunakan penaburan benih ikan salah satu cara bisa ditempuh,” ujar Hamdi, warga Kubar lainnya.
Menyikapi hal itu, Pemkab Kubar sudah berupaya menyelamatkan perikanan di perairan Sungai Mahakam. Pemkab dalam peningkatan perekonomian rakyat berbasis perikanan. Dinas Perikanan (Distan) Kubar berharap, sektor perikanan dapat berkontribusi sebagai salah satu penopang perekonomian rakyat.
Pada 2018, Distan berupaya melakukan pengadaan bibit ikan patin sebanyak 15 ribu ekor, serta melakukan restocking 50 ribu bibit ikan nila di beberapa kecamatan.
Plt Kepala Distan Kubar Alexander Samson melalui Sekretaris Distan Sukwanto menjelaskan, pihaknya mengembangkan konsep perikanan tangkap yang benar di beberapa kecamatan. Seperti Kecamatan Jempang, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Kecamatan Mook Manaar Bulatn.
Untuk program pengembangan budi daya perikanan, Distan sudah melakukan pengadaan 70 keramba. Hal tersebut sebagai upaya pengadaan sarana dan prasarana usaha pengembangan usaha kecil perikanan terhadap 14 kelompok tani.
Di samping itu, ada program optimalisasi pemasaran produk ikan di 30 kelompok UMK, serta pengadaan sarana tempat pendaratan ikan/pelabuhan ikan. Budi daya perikanan bertujuan memperbaiki populasi ikan di alam.
Yaitu melalui upaya peningkatan stok ikan (stock enhancement) dengan restocking di perairan yang mengalami overfishing. Budi daya perikanan ditujukan untuk memproduksi ikan di pembenihan (hatchery), yang akan ditebar ke perairan umum.
Populasi ikan di perairan umum, seperti sungai, danau, dan rawa semakin berkurang karena tingginya laju penangkapan dan kematian. Ini tidak sebanding laju perkembangbiakan. Hal ini disebabkan oleh tuntutan pemenuhan kebutuhan manusia yang meningkat sejalan dengan pertambahan populasi penduduk.
Kematian ikan di alam juga meningkat sejalan dengan semakin memburuknya kualitas lingkungan. Termasuk rusaknya habitat hidup ikan di alam akibat praktik-praktik penangkapan yang merusak. (rud/kri/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria