Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pakai Air Garam Menyalakan LED

octa-Octa • 2019-04-04 11:20:15

Sains jadi salah satu mata pelajaran favorit. Paling menyenangkan, ketika teori yang ditangkap, kemudian dikonversi mejadi praktik.

KEGELISAHAN merundungMarsya Maritzaaurelie. Light emitting diode (LED) pada ujung kabel yang dipegangnya tak menyala. Dia pun kembali mengutak-atik rangkaian kabel yang tersusun di 10 gelas plastik di hadapannya. Setelah beberapa kali eksperimen, LED menyala. “Sudah bisa,” celetuknya dengan semringah.

Kemudian Marsya menunjukkan kepada Kaltim Post, cara kerja risetnya. Di atas gelas plastik bertutup kardus berbentuk lingkaran itu dia memasang kabel katoda dan anoda, terminal untuk menyediakan arus listrik. Di dalam gelas, di bawah penutup kardus, ada kawat tambang berukuran kecil dan besi yang menggenang di air garam. Rangkaian seri kabel pada 10 gelas plastik itu kemudian dijepit pada LED.

Percobaan kecilnya untuk membuktikan bahwa air garam dapat menghasilkan listrik. Hasilnya, percampuran 200 ml air dan 50 gram garam itu dapat menghasilkan listrik 0,2 volt. Marsya, salah satu murid yang duduk di kelas III Sekolah Alam Balikpapan. Penelitian itu membuatnya gembira. Sukses memupuk cita-citanya agar terwujud pada masa depan. “Mau jadi profesor. Mau jadi ilmuwan,” jawab bocah kelahiran Balikpapan, 20 September 2010 itu.

Tak hanya Marsya, di meja lain, eksperimen yang tak kalah menarik juga tersaji. Seperti penggabungan cuka dan soda kue untuk mengisi balon gas. Menakar manfaat vetsin bagi tanaman anggrek. Anatomi hewan hingga pengujian pada bahan-bahan makanan. Semua hasil sains tersebut ditampilkan dalam etalase sederhana. Tiap anak pun memanfaatkan bahan-bahan di rumah.

Itu adalah rangkaian kegiatan festival sains garapan sekolah tersebut. Ada 155 periset cilik. Berasal dari kelas I hingga V. Sementara siswa kelas VI, membuat laporan dan rangkuman hasil kegiatan itu. Rencananya dikumpulkan dalam sebuah buku.

Kegiatan itu rutin digelar pada semester dua setiap tahun ajaran. Tahun ini adalah edisi keempat. Kepala Sekolah Alam Balikpapan Moh Tamam Badrudin menuturkan, peserta didik dan orangtua begitu antusias. Apalagi orangtua ikut terlibat, membantu sang anak memasang etalase pameran.    

“Lewat festival sains ini, anak diajak merasakan kegiatan secara langsung. Sebagai media pembelajaran percobaan dan observasi. Harapannya ke depan anak-anak bisa mengikuti olimpiade sains atau kompetensi nasional bahkan internasional. Lewat kegiatan project sains orangtua pun dapat membangun kebersamaan dan menghabiskan waktu bersama anak,” tutupnya. (lil/ndy/k16)

Editor : octa-Octa