Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Antrean di SPBU Makin Panjang, Makin “Mencekik”

izak-Indra Zakaria • Senin, 18 November 2019 - 20:42 WIB

Warga di Tanjung Redeb masih kesulitan mendapat bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti premium. Padahal, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sudah beroperasi.

 

TANJUNG REDEB–Kondisi itu dirasakan warga karena seluruh SPBU yang beroperasi di wilayah Tanjung Redeb dan kecamatan sekitarnya, masih dipenuhi antrean panjang kendaraan. Panjangnya antrean membuat masyarakat enggan membuang-buang waktu mengisi di SPBU.

Edi, warga, menjelaskan sengaja datang lebih awal ke SPBU di Jalan H Isa III, untuk menghindari antrean mengular. Bahkan, dia sudah di SPBU sebelum buka. “Pukul 07.00 Wita sudah di SPBU. Kalau lambat, antrean panjang,” katanya, kemarin (17/11). Dia menyebut, jarak rumahnya ke SPBU tidak terlalu jauh, bukan berarti dirinya mudah mendapatkan BBM. “Sabtu (16/11) sudah antre lama. Hasilnya nihil. BBM-nya habis,” sambungnya.

Di kios pedagang eceran, beberapa hari terakhir mengalami kenaikan. BBM jenis pertalite yang biasanya dijual Rp 10 ribu per botol, sudah naik Rp 13–15 ribu per botol. “Saya juga heran, kenapa ada kenaikan. Padahal dari SPBU harga tetap dan tidak ada kekosongan,” ujarnya.

Dia berharap, instansi terkait mengambil tindakan agar tidak ada lagi pedagang BBM eceran memanfaatkan situasi. Kondisi itu sudah meresahkan.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengakui sulitnya mendapat BBM sudah meresahkan.  Menurut dia, salah satu cara untuk mengurangi persoalan tersebut adalah melakukan penambahan kuota BBM.

“Permasalahannya karena kuota di Berau belum mencukupi. Begitu SPBU buka, langsung habis diserbu warga yang antre. Operasional SPBU rata-rata hanya 8–10 jam. Begitu habis, otomatis SPBU tutup. Dampaknya banyak masyarakat yang tidak mendapat BBM subsidi,” jelasnya.

Penambahan kuota BBM, menurut Agus, akan membuat jam operasional SPBU akan lebih panjang. Jadi, lebih banyak kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengisi BBM. “Seharusnya pasokan BBM dan jam operasional SPBU ditambah. Sehingga, masyarakat juga bisa mengisi di SPBU, tidak selalu membeli di kios-kios eceran,” pungkasnya. (*/aky/har/dra2/k8)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria