Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ayah-Ayah Super

izak-Indra Zakaria • 2020-11-13 11:48:10
Photo
Photo

Bambang Iswanto

Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda

 

 

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini…

Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan…

Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari kini kurus dan terbungkuk hmm...

Namun semangat tak pernah pudar, meski langkahmu kadang gemetar,

Kau tetap setia…

 

Meski tidak sebanyak lagu tentang ibu, lagu yang diciptakan untuk menggambarkan betapa hebatnya seorang ayah juga tidak sedikit.

Dari sekian lagu ciptaan Ebiet G Ade tentang ayah termasuk yang paling sering disenandungkan sampai saat ini. Meski diciptakan beberapa dekade lalu, lagu itu menjadi abadi yang mengisahkan perjuangan dan pengorbanan seorang ayah dalam keluarga. Seperti yang terurai dalam penggalan syair lagu di awal tulisan.

Pada lagu yang berjudul Titip Rindu buat Ayah, sosok ayah digambarkan sebagai pejuang dan penanggung jawab keluarga. Apapun akan dilakukan oleh seorang ayah dalam rangka mengemban amanah sebagai kepala keluarga. 

Di dalam lagu, kata tetesan keringat melambangkan kerja keras. Keriput tulang pipi sebagai bukti perjuangan. Transformasi bentuk tulang yang dulu kekar menjadi tulang kurus dan bungkuk ilustrasi pengorbanan tanpa batas seorang ayah dalam rangka melindungi dan menghidupi keluarga. Selama hayat di kandung badan, ayah pantang surut semangat meski dalam kondisi lemah sekalipun.

Sangat mungkin, Ebiet G Ade hendak menyampaikan pesan tentang bagaimana sosok ayah yang disebut dalam istilah gaul “super-dad”. Kehadirannya selalu dirindukan di tengah keluarga, kepergiannya senantiasa dikenang, figur ayah bertanggung jawab.

Tanggung jawab ayah dalam keluarga sangat berat. Ayah menjadi nakhoda bahtera rumah tangga. Ke mana bahtera berlayar dan berlabuh ke pelabuhan terakhir. Tidak semua ayah berhasil menghantarkan bahteranya sampai pelabuhan akhir. Banyak kapal yang karam, baik di akhir, pertengahan, bahkan di awal perjalanan.

Banyak rintangan, dari ombak kecil hingga badai yang akan menerjang di tengah perjalanan. Nakhoda bertanggung jawab penuh menjaga keseimbangan bahtera dan bertahan melawan rintangan apapun di perjalanan. Ayah menjadi pemimpin bagi seluruh penumpang bahtera.

Bahtera merupakan gambaran keluarga. Penumpangnya adalah seluruh anggota keluarga yang dipimpin oleh seorang ayah yang berperan sebagai kepala keluarga. Dengan kepala keluarga yang bertanggung jawab, keluarga akan terbentuk menjadi harmonis dan langgeng sampai akhir. Sebaliknya, kepala keluarga yang tidak piawai menjadi penyebab keluarga tidak harmonis hingga berantakan.

Dalam Islam, tanggung jawab ayah sebagai kepala keluarga tidak hanya diukur dengan keberhasilan membentuk keluarga yang harmonis dan penuh kebahagiaan, yang sering diistilahkan dengan sakinah mawaddah wa rahmah. Tetapi juga dituntut untuk mengantarkan keluarganya selamat dari jilatan api neraka di kehidupan abadi akhirat kelak.

CONTOH-CONTOH TERBAIK

Tidak sulit untuk mencari teladan-teladan yang bisa dijadikan sosok ayah panutan yang bertanggung jawab di dunia dan akhirat dan berhasil menjadikan keluarganya sebagai keluarga panutan juga. Nabi Ibrahim, Nabi Ya’kub, Nabi Muhammad, dan Luqman merupakan contoh-contoh ayah terbaik dalam sejarah umat manusia.

Nabi Ibrahim memiliki banyak gelar seiring prestasinya di hadapan Allah. Salah satu gelar yang melekat dan dibuktikan sejarah adalah gelar Abul Anbiya’. Bapaknya para nabi. Dari Nabi Ibrahim lahir keturunan-keturunan yang menjadi nabi juga.

Anak beliau Nabi Ismail dan Nabi Ishak. Dari silsilah Nabi Ishak lahir keturunan Nabi Ya’kub. Nabi Ismail melahirkan nasab keturunan Nabi Muhammad. Keturunan Nabi Ibrahim dari putra beliau lain juga melahirkan nasab Nabi Syu’aib. Keturunan-keturunan hebat dengan predikat nabi adalah capaian luar biasa seorang ayah dalam sejarah manusia. Nabi menurunkan generasi nabi-nabi.

Dari sekian banyak hal yang bisa dicontoh dari Nabi Ibrahim sebagai ayah adalah ketekunan beliau dalam mendoakan anak-anak dan keturunan beliau. Doa-doa masyhurnya diabadikan Allah dalam Al-Qur’an.

Di antaranya, “Ya Allah karuniakan aku (seorang anak) yang termasuk orang-orang saleh” (Ash-Shaffat: 100). Beliau minta diberikan keturunan yang baik. Sebuah doa yang diijabah dengan lahirnya generasi-generasi terbaik sejarah manusia dari keturunan Nabi Ibrahim.

Doa yang dapat diamalkan oleh siapa pun yang mendambakan keturunan-keturunan hebat. Nabi Ibrahim memunajatkannya jauh sebelum beliau diberi karunia Ismail. Tiada henti dan putus asa beliau berdoa meskipun baru dikabulkan setelah umur beliau sudah tua.

Nabi Muhammad sebagai keturunan Nabi Ibrahim, merupakan contoh lain ayah terbaik. Dari banyak contoh yang terlihat dalam riwayat-riwayat, ada satu hal yang menarik, yaitu bagaimana beliau mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada anak dalam tindakan konkret. Nabi Muhammad tidak pernah sungkan menunjukkan rasa hormat dan cinta kepada putrinya Fatimah.

Cinta dari Rasulullah dibalas oleh Fatimah dengan rasa cinta yang luar biasa dari Fatimah. Kasih sayang dan cinta Rasul diduplikasi oleh Fatimah dalam kehidupannya sebagai wujud cinta kepada sang ayah. Aisyah RA pernah menyebut, “Saya tidak melihat ada orang yang lebih mirip dari Rasulullah dari cara berbicaranya selain Fatimah”.

Upaya Fatimah mencontoh segala yang berasal dari ayahnya membuktikan bahwa Nabi Muhammad merupakan sosok yang sangat dicintai anaknya, menjadi panutan dalam bertutur dan bertindak.

Satu contoh ayah terbaik lainnya yang disebut dalam Al-Qur’an adalah Luqman al-Hakim. Luqman diberi hikmah oleh Allah mendidik putranya menjadi anak yang selalu memegang kejujuran. Luqman juga mengajarkan untuk memanggil putra dengan panggilan yang manis dan menyejukkan, selalu rendah hati dan tidak sombong kepada siapa pun, serta menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar.

Peran ayah dalam keluarga akan memberi imbas kepada pembentukan masyarakat dan negara yang beradab. Semua berawal dari komunitas lingkungan terkecil keluarga. Moga-moga di Indonesia makin bertambah ayah-ayah baik yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Selamat Hari Ayah Nasional! (rom/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Kolom Pembaca