Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gerbang Sisi Timur Penggambaran Pintu Masuk Kota Makkah

izak-Indra Zakaria • 2023-04-12 11:58:31
Masjid Ar-Rahman, Kota Blitar
Masjid Ar-Rahman, Kota Blitar

Masjid Nabawi ”dihadirkan” di Masjid Ar-Rahman, Kota Blitar, lewat desain bangunan, karpet, sampai wewangian. Dibangun dengan tujuan agar kekangenan pada Tanah Suci setiap saat bisa terobati.

 

MOCHAMMAD LUKI AZHARI, Kota Blitar

 

PANDEMI Covid-19 yang telah melandai kian menambah semarak Ramadan di Masjid Ar-Rahman, Kota Blitar. Bahkan, selepas Subuh, para jemaah antusias mengikuti pengajian.

Apalagi suasana menjelang magrib. Sebagaimana yang disaksikan Jawa Pos Radar Blitar pada Minggu (9/4), para jemaah bersantai di halaman masjid yang diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Desember 2019 itu sambil menikmati lantunan ayat suci Alquran yang dikumandangkan para qari kelas nasional.

Setiap hari Masjid Ar-Rahman menyuguhkan 1.500 menu sahur dan buka secara gratis. ”Setelah pandemi mereda, para jemaah bisa kian leluasa menjalankan ibadah. Pengunjung masjid juga semakin luas, baik dari luar kota maupun luar provinsi,” kata Imtinan Kamila, salah seorang pemandu masjid.

Masjid yang berdiri kokoh di lahan seluas lebih dari 3.000 meter persegi itu dibangun dengan sentuhan arsitektur khas Masjid Nabawi, Madinah. Abah Harianto, sang pemilik yang juga seorang pengusaha, ingin masjid tersebut menjadi penawar rindu saat umat berhalangan singgah ke Masjid Nabawi.

”Setiap tahun Abah selalu ke Tanah Suci. Memang desain dan wewangian ini agar rasa rindu Abah dan para jemaah (pada Tanah Suci dan Masjid Nabawi) setiap saat bisa terobati,” terang Ima, sapaan akrab Imtinan Kamila.

Gerbang sisi timur dengan ujung bangunan menyerupai kitab Alquran adalah penggambaran pintu masuk gerbang Kota Makkah atau yang populer disebut Gerbang Alquran. Ima memaparkan, pihak masjid akan menambah seni ukir kaligrafi pada permukaan bangunan berbentuk kitab suci umat Islam tersebut.

Beranjak dari gerbang, terdapat delapan tiang payung peneduh yang berdiri megah di halaman utama. Empat tiang di antaranya yang mekar mirip payung di sisi luar Masjid Nabawi. Tiang itu bernuansa putih dengan motif abstrak silver. Warna emas dari tembaga yang melekat di ujung tiang turut menambah kesan elegan.

Di tengah halaman tersebut, terdapat Maqam Ibrahim, sebuah bukti peresmian masjid. Di dalam tudung dengan ornamen tembaga itu tertera cap telapak tangan dan kaki Abah Harianto sebelum masjid bergaya kontemporer klasik Turki itu resmi diwakafkan.

”Semua tembaga berwarna emas ini dari perajin di Boyolali, Jawa Tengah. Kanopi payung dan keseluruhan dirancang arsitek Malang,” jelas Ima sembari menunjukkan atap payung.

Atmosfer kuat Islam klasik selanjutnya menyapa saat Jawa Pos Radar Blitar mengamati eksterior masjid. Itu tak terlepas dari pilar melengkung di atas pintu. Warnanya pun selingan antara hijau gelap dan putih. Masjid ini juga dilengkapi 11 pintu alias guide kombinasi kayu berlapis pelitur dan tembaga. Setiap guide berjuluk nama para tokoh Khalifah Rasyidin (empat sahabat dekat Nabi Muhammad SAW yang memimpin secara bergantian setelah nabi wafat).

Memasuki masjid, para jemaah akan menghirup semerbak wangi parfum khas Masjid Nabawi yang diimpor langsung dari Turki. Kesan empuk juga terasa kala menapaki sajadah yang didatangkan dari negara yang sama. Suasana ini seolah menambah kenyamanan dan khusyuk saat beribadah.

Desain interior masjid tak kalah memanjakan mata. Meski Masjid Ar-Rahman masih mengadopsi unsur Utsmaniyah Mamluk dan Masjid Nabawi, kesan berbeda tampak pada mihrab imam. Di sudut yang tak terlalu luas itu terdapat pola menyerupai dinding Kakbah. Nuansanya hitam dan corak segi panjang dari tembaga, serasi berpadu.

Nah, salah satu yang menjadi magnet adalah kiswah yang membentang di mihrab imam. Kain yang terbuat dari serat sutra dan emas perak 24 karat itu sempat digunakan Kerajaan Arab Saudi untuk menutup Kakbah pada 2009. Tingginya sekitar 6 meter dan menjadi jujukan para jemaah mengabadikan momen. Batas aman juga terpasang di depan kiswah untuk menjaga keawetannya.

”Di serambi timur atau rest area jemaah perempuan, ciri khas bangunan Bandara Jeddah. Lalu, di sebelahnya tersusun asmaulhusna,” jelas Ima. (*/c14/ttg)

Editor : izak-Indra Zakaria