Banyak gedung sekolah dasar (SD) di Kabupaten Paser rusak.
TANA PASER -Fakta tentang banyaknya gedung SD rusak ini terungkap saat rapat dengan DPRD Paser membahas mangkraknya sejumlah bangunan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser M Yunus Syam mengatakan setelah didata seluruh gedung sekolah di Paser, bangunan untuk SD adalah yang paling banyak rusak. Rusak ringan 168 unit dan rusak berat 31 unit.
Ada 225 SD yang tersebar di Kabupaten Paser, dengan mayoritas kerusakan bangunan dialami pada sekolah di daerah terpencil, terutama wilayah yang sulit dijangkau. Adanya wilayah yang tak mudah dijangkau juga sempat menjadi hambatan pembangunan, apalagi material yang dibutuhkan sulit untuk bisa sampai ke lokasi, hal ini menjadi sisi penilaian para pekerja proyek yang enggan melirik daerah tersebut.
"Sudah sempat ada beberapa wilayah yang mau kita bangun, namun gagal dikarenakan kontraktor mundur mengerjakannya, takut rugi," kata Yunus, Kamis (20/7)
Kerusakan pun tidak hanya dialami pada daerah pelosok, ada juga ditemukan di sekolah perkotakan di Kecamatan Tanah Grogot. Kerusakan yang dialami di beberapa sekolah disebabkan pada kondisi bangunan dengan usianya yang sudah cukup lama sejak didirikan.
"Untuk di Kecamatan Tanah Grogot seperti di SD 015 Sungai Tuak, dan sekolah-sekolah di Desa Muara Pasir," katanya. Anggota DPRD Paser Abdul Aziz mengatakan pemerintah daerah harus jeli melihat persoalan ini, jangan sampai disoroti masyarakat dan sampai ke DPRD baru bergerak. Itulah yang terjadi di Kecamatan Long Kali tentang mangkraknya bangunan untuk SMA.
"Kita (DPRD) sebagai fungsi pengawasan akan terus memantau keluhan masyarakat tentang fasilitas umum lainnya," kata Aziz. (jib/far)
Editor : izak-Indra Zakaria