SELAMA 65 tahun pengabdiannya, Kodam VI/Mulawarman telah banyak memberikan darma baktinya kepada TNI AD, bangsa, dan negara. Berbagai penugasan di daerah operasi khususnya dalam mengamankan dan menyelesaikan konflik merupakan rentetan sejarah penugasan Kodam VI/Mulawarman yang tercatat dengan tinta emas di hati masyarakat.
Itu karena keberadaan prajurit Kodam VI/Mulawarman di berbagai daerah penugasan selalu bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Di samping kesuksesan menjalankan berbagai operasi, Kodam VI/Mulawarman berperan penting terhadap masyarakat di Kaltim, Kalsel hingga Kaltara.
Di antaranya ialah ketahanan pangan, sampai turun tangan dalam menghadapi masalah stunting dan dukungan atas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dari itu, pada gelaran HUT ke-65 Kodam VI/Mulawarman, Kamis (20/7), Mayjen Tri Budi Utomo turut memberikan apresiasi kepada jajarannya. Perayaan hari jadi tersebut dimeriahkan dengan berbagai aksi bela diri yang mengundang decak kagum para tamu.
Berlangsung di Lapangan Makodam VI/Mulawarman, perayaan tahun ini memang tak seperti tahun lalu yang diwarnai defile. Meski demikian, tak mengurangi suasana khidmat acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 Wita itu, yang diawali dengan upacara.
Terlihat pejabat hingga sejumlah tokoh masyarakat ikut menghadiri. Di antaranya, Kapolda Kaltim Irjen Imam Sugianto dan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Momen HUT Kodam kemarin, juga dihadiri jajaran Kaltim Post Group. Yakni Direktur Balikpapan Tv Wiji Winarko dan Pemimpin Redaksi Kaltim Post Romdani.
“Peringatan hari ulang tahun satuan merupakan momentum penting karena mengandung nilai historis. Berupa rekam jejak perjalanan pengabdian satuan yang bisa dijadikan cermin dalam melanjutkan pengabdian pada masa yang akan datang. Di samping itu, menjadi salah satu wahana untuk menumbuhkan jiwa korsa, membangkitkan semangat korps serta mengokohkan kecintaan terhadap satuan,” ujar lulusan Akademi Militer tahun 1994 tersebut.
Mantan Danpaspampres era Presiden Joko Widodo itu mengatakan, saat ini beberapa satuan dan personel Kodam VI/Mulawarman sedang melaksanakan tugas pengabdian kepada negara. Seperti Yonif 623/Bhakti Wira Utama, yang saat ini sedang melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan di Papua Barat.
Berbagai pencapaian telah diraih. Di antaranya pada Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung yang melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Darat RI-Malaysia di Kaltim dan Kaltara telah berhasil mengungkap aktivitas ilegal. Mulai kepemilikan senjata api, minuman keras, minyak ilegal, kosmetik ilegal serta berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 20 kilogram.
Serta kabar terbaru ialah mengenai Yonif Raider 600/Modang yang telah selesai melaksanakan tugas beberapa hari lalu sebagai Satgas Pamtas Kewilayahan di Papua.
“Dalam melaksanakan tugas Yonif Raider 600/Modang telah berhasil menyelamatkan 100 orang yang telah mengungsi ke Yahukimo selama setahun akibat penyerangan Kelompok Separatis Teroris (KST) untuk kembali ke Distrik Suru-Suru,” ungkap pria yang bertugas di Kopassus itu.
Seperti diketahui, bahwa pemerintah telah menetapkan wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai IKN.
Sebagai satuan yang berada di wilayah IKN, Kodam VI/Mulawarman menunjukkan komitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah itu, termasuk pengamanan pembangunan. Dengan melibatkan sekitar 50 personel Kodam VI/Mulawarman yang dibagi di beberapa titik wilayah, yaitu Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan titik muat serta titik bongkar logistik. “Pengamanan terhadap IKN juga prioritas kami,” terangnya.
Dari tahun ke tahun, Kodam VI/Mulawarman turut serta menyukseskan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Itu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dilaksanakan secara lintas sektoral dengan melibatkan pemerintah daerah, Polri, dan instansi terkait serta masyarakat setempat.
Digelar dua kali dalam setahun. Sebelumnya, TMMD ke-116 di laksanakan di Kodim 0912/Kutai Barat, Kodim 0907/Tarakan, Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah, dan Kodim 1004/Kotabaru. Saat ini yang sedang berlangsung, TMMD ke-116 diadakan di Kodim 0909/Kutai Timur, Kodim 0911/Nunukan, Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan, dan Kodim 1009/Tanah Laut.
“Selama 2022 sampai 2023, Kodam VI/Mulawarman telah berhasil melaksanakan rehabilitasi RLTH (rumah tidak layak huni) baik melalui program TMMD maupun kegiatan karya bakti dengan total 263 unit,” sebutnya.
Dengan rincian, Korem 091/Aji Surya Natakesuma 213 unit, Korem 092/Maharajalila 17 unit, Korem 101/Antasari 31 unit, dan Kodim 0905/Balikpapan 2 unit. Ada pula pembuatan sumber air bersih di 135 titik oleh Korem 091/Aji Surya Natakesuma 8 titik, Korem 092/Maharajalila 7 titik, dan Korem 101/Antasari 120 titik.
Kodam VI/Mulawarman pun memberikan perhatian dalam menangani permasalahan stunting. Dengan melakukan koordinasi dan pendataan dengan dinas terkait, memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dalam rangka pencegahan serta penanganan anak stunting.
“Perlu saya informasikan bahwa angka prevalensi stunting di wilayah hukum Kodam VI/Mulawarman saat ini, untuk Kaltim berada di angka 23,9 persen. Itu naik 1,1 persen dari tahun sebelumnya,” beber Tri.
Sedangkan untuk Kaltara dan Kalsel justru mengalami penurunan 5,4 persen dari tahun sebelumnya masing-masing di angka 22,1 persen dan 24,6 persen. Sehingga kedua provinsi tersebut masuk tiga besar provinsi di Indonesia yang berhasil mengalami penurunan angka prevalensi stunting paling signifikan.
Di samping itu, Kodam VI/Mulawarman ikut membantu program pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, serta menjamin ketersediaan logistik di daerah binaan jajaran kodim-kodim yang tersebar.
Lalu, untuk mengembangkan suatu kerukunan di lingkungan masyarakat sesuai agama dan nilai-nilai yang terkandung dalam butir Pancasila, Kodam VI/Mulawarman telah memiliki Kampung Pancasila.
Jumlah Kampung Pancasila di wilayah Kodam VI/Mulawarman, yaitu Korem 091/Aji Surya Natakesuma memiliki 17 Kampung Pancasila, Korem 092/Maharajalila 10 Kampung Pancasila, Korem 101/Antasari 49 Kampung Pancasila, dan Kodim Balikpapan 3 Kampung Pancasila.
Tri memaparkan, perayaan tahun ini mengangkat tema “Mulawarman Bersinergi untuk Negeri”. Itu memberikan makna bahwa, dalam menjalankan tugasnya Kodam VI/Mulawarman yang bersinergi dengan seluruh komponen bangsa lainnya.
Dia menekankan, seluruh prajurit Kodam VI/Mulawarman dalam menjalankan tugasnya harus mencerminkan jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.
“Dalam setiap program juga terus dilakukan evaluasi agar menjadikan kita lebih baik lagi. Baik itu program TMMD maupun ketahanan pangan akan terus dilanjutkan. Tidak berhenti di satu tahap saja,” tutur Tri.
Pangdam pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah maupun ketiga matra TNI dan Polri mendukung upaya yang dilakukan. Wujud pengabdian kepada NKRI yang berlandaskan nilai-nilai keprajuritan dan kebangsaan untuk mewujudkan Indonesia hebat. (rom/k15)
ULIL
yin.khazan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria