Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

TPP Diberi Tambahan Operasional, Target Desa Mandiri

izak-Indra Zakaria • 2023-09-13 12:47:18
TAMBAHAN: Bupati PPU Hamdam bersama TPP yang tahun ini menerima dana tambahan operasional selama setahun.(ist)
TAMBAHAN: Bupati PPU Hamdam bersama TPP yang tahun ini menerima dana tambahan operasional selama setahun.(ist)

PENAJAM-Tenaga pendamping profesional (TPP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Republik Indonesia dituntut untuk meningkatkan fungsi koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor. Sehingga, peran TPP bersama dengan pemerintah sesuai visi dan misi adalah menjadikan desa yang mandiri. “Untuk di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) itu dari 30 desa, 18 desa mandiri, dan 12 desa lainnya masuk kategori desa maju,” kata Yuli Antonk, koordinator TPP, Kemendesa PDTT, PPU, Selasa (12/9).

Keterangannya itu diberikan menanggapi rapat koordinasi TPP mengenai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) PPU 2023, yang dikaitkan pula dengan sinkronisasi dan akselerasi pendampingan pembangunan desa menuju PPU yang maju kuat, mandiri, dan sejahtera, yang dibuka Bupati PPU Hamdam, Senin (11/9). “Adanya rapat koordinasi ini adalah melibatkan lintas sektor untuk menunjang, support, terkait dengan percepatan status dari indeks desa membangun (IDM). Sehingga, untuk mencapai hal ini tidak saja menjadi tugas pemerintahan desa, tetapi lintas sektor juga terlibat dalam percepatan pembangunan, sehingga menjadi desa dengan status mandiri,” ujarnya.

Berdasarkan data, ke-18 desa mandiri itu masing-masing di Kecamatan Waru yaitu Sesulu dan Bangun Mulya; Kecamatan Penajam yaitu Girimukti, Giripurwa, Sidorejo; Kecamatan Babulu yaitu Babulu Darat, Gunung Makmur, Sei Rintik, Labangka Barat, Gunung Mulya; Kecamatan Sepaku yaitu Tengin Baru, Telemow, Binuang, Sukaraja, Bukit Raya, Bumi Harapan, Semoi Dua, Argo Mulyo.

Dalam rakor yang berlangsung sehari itu, TPP mendapatkan pemberian tambahan operasional buat pendamping selama satu tahun. Besarannya untuk pendamping lokal desa (PLD) Rp 12 juta per bulan, untuk pendamping desa (PD) Rp 800 ribu per bulan, dan tenaga ahli Rp 500 ribu per bulan. “Alhamdulillah, terima kasih sekali kami ucapkan kepada bupati PPU yang telah mendukung dengan memberikan bantuan operasional, sehingga peran-peran dari pendampingan khususnya TPP PPU lebih berkomitmen, lebih bekerja keras terkait proses percepatan pembangunan yang ada di desa,” kata Yuli Antonk.

Sementara itu, Bupati PPU Hamdam dalam kesempatan yang sama menyambut baik digelarnya kegiatan ini. Dia berharap, pada saatnya nanti semua desa di wilayah kerjanya dapat terwujud menjadi desa mandiri semuanya. “Koordinasi dan optimalisasi yang dilakukan melalui rakor ini diharapkan semoga semua desa-desa di PPU ini menjadi desa mandiri semuanya,” kata Hamdam yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Selasa, 19 September 2023 nanti itu. (far/k15)

 

 

ARI ARIEF

ari.arief@kaltimpost.co.id

Editor : izak-Indra Zakaria