PENAJAM-Dunia pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercoreng dengan ulah tak senonoh yang dilakukan oknum guru terhadap siswinya. Sejumlah siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Hikmah PPU diduga mendapat perlakukan tak semestinya oleh oknum guru berinisial Dk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Balikpapan Pos, kasus dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oknum guru laki-laki kepada siswinya itu, mulai mencuat pada Sabtu (23/2) lalu. Para orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah dan Polres PPU.
Tak hanya siswi SDIT Nurul Hikmah yang menjadi korban. Ternyata, ada salah seorang warga sekitar sekolah yang berlokasi di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, yang menjadi korban. Ketika itu, siswi SD ini bermain di dalam lingkungan SDIT ketika pulang sekolah. Tiba-tiba oknum guru tadi memanggil anak tersebut, kemudian mulai meraba dari punggung sampai paha korban.
“Anak saya juga pernah dipanggil sama pelaku itu, kemudian diraba-raba sampai pahanya,” ungkap salah satu orangtua korban yang tinggal tak jauh dari SDIT Nurul Hikmah.
Pengurus Yayasan Nurul Hikmah Bidang Pendidikan, Asniar mengungkapkan, yayasan baru mengetahui adanya dugaan perbuatan tak senonoh yang dilakukan oknum guru pada Minggu (24/2) sore. “Kami dari pihak yayasan mendapat laporan dari orangtua wali dan kepala SDIT pada Minggu sore,” kata Asniar pada media ini, kemarin (26/2).
Sejumlah orangtua siswi, kata Asniar, mendatangi pihak sekolah untuk mengadukan masalah tersebut. Pihak sekolah maupun yayasan mempersilakan mereka untuk melapor ke polisi, karena perbuatan tersebut telah mencoreng nama baik sekolah.
Oknum guru cabul itu baru mengabdi di SDIT Nurul Hikmah pada November 2018 dan akhirnya diamankan Satreskrim Polres PPU di Taman Rozaline pada Minggu (24/2) malam. “Tiga polisi datang ke sekolah mencari pelaku, karena pelaku memang terkadang menginap di sekolah. Tapi, yang bersangkutan tidak ada di sekolah. Setelah berkoordinasi dengan guru yang lain, nomor kontak pelaku dilacak. Kemudian ditangkap di Taman Rozaline,” terang Asniar.
Informasi yang beredar, belasan siswi yang menjadi korban. Namun, Asniar mengaku, belum bisa merincikan jumlah korban secara keseluruhan. Karena pihak sekolah masih melakukan pendataan jumlah korban.
“Kami sementara melakukan pendataan, jadi jumlah korban secara rinci belum bisa kami pastikan. Kami meminta bantuan wali kelas dan orangtua untuk menanyakan permasalahan ini kepada anak-anak. Karena menanyakan soal itu ke anak-anak, gampang-gampang susah. Butuh pendekatan baru mau bicara,” ujarnya.
Oknum guru yang mengajar kelas I, II dan III ini, Asniar mengungkapkan, siswi yang terdata menjadi korban adalah kelas II dan III. “Siswi kelas I yang menjadi korban belum ada laporannya. Baru kelas II dan kelas III,” tuturnya.
Asniar menyatakan, pihak sekolah juga akan mendatangkan psikolog untuk memulihkan psikis “nya menjadi korban. “Kami mendata anak-anak yang menjadi korban agar mendapatkan penanganan dari psikolog. Kami khawatir anak-anak trauma, jadi kami pihak sekolah mendatangkan psikolog untuk memulihkan trauma itu,” jelasnya.
Yayasan Nurul Hikmah mendirikan TK pada 2005, SDIT 2007, dan SMP 2013. Asniar mengungkapkan, baru kali ini terjadi kasus yang mencoreng nama baik sekolah. Pihaknya kaget dan kecewa setelah mengetahui adanya peristiwa tersebut. Pihak sekolah pun menyerahkan kasus hukum sepenuhnya kepada kepolisian.
“Kalau masalah hukumnya, kami serahkan ke pihak kepolisian. Tapi, secara administrasi kepegawaian, oknum guru ini tidak ada sanksi lain kecuali pemecatan,” tegasnya.
Dikonfirmasi, Kapolres PPU AKBP Sabil Umar membenarkan, oknum guru yang diduga melakukan perbuatan hina terhadap siswinya telah ditangkap. “Sudah kami amankan pelaku. Saat ini masih proses penyelidikan oleh Satreskrim,” pungkas dia. (kad/yud/k1)
Editor : izak-Indra Zakaria