Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dayak Bersatu Dalam PDKT Menyambut IKN

rusli-Admin Sapos • Sabtu, 21 Desember 2019 - 05:24 WIB

Ratusan tokoh penting masyarakat Dayak se-Kaltim menghadiri Seminar dan Konsolidasi Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) dengan menguatkan tekad bersatu dalam menyambut Kaltim sebagai ibu kota negara (IKN) baru. Mereka yang berkumpul dating dari berbagai kalangan. Mulai dari tokoh adat, tokoh pemuda, wanita hingga intelektual di kalangan masyarakat Dayak. “PDKT jadi kekuatan dan perekat bagi kita masyarakat Dayak.

Sejarah PDKT telah menjadi preseden baik, kita bersatu dan kuat di dalam PDKT, mengingat heterogenitas etnis Dayak di Kaltim terdapat 16 suku, belum lagi di sub sukunya yang juga beda bahasanya. Bersatu jadi harga mati. Karena secara politik, kesatuan ini bisa menjadi perekat perjuangan dari keragaman,” ungkap ketua umum PDKT, Syaharie Jaang saat menyimpulkan seminar sekaligus menutup kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Haris, Kamis (19/12) sore.

Adapun seminar sehari yang dilaksanakan PDKT ini mengangkat tema Dayak Bersatu untuk Menyambut Ibu Kota Negara, dan sub tema meningkatkan peran serta masyarakat Dayak Membangun Provinsi Kalimantan Timur dan Ibu Kota Negara Republik Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur serta penuh toleransi. Menurut Jaang, tema dari seminar dan konsolidasi bukan sekadar seremonial melainkan menjadi motivasi bagi masyarakat Dayak untuk mewujudkan tema itu.

“Kami sangat berterima kasih dengan hadir para tokoh adat, para tetua, tokoh intelektual dan para pakar dari masyarakat Dayak yang merupakan kebanggaan kami, tokoh pemuda dan wanita karena berkenan hadir jauh-jauh ke Samarinda,” ucap Jaang yang juga wali kota Samarinda. Oleh karena itu, ketua PDKT Samarinda Rudyanto Sulisthio bersama PDKT kabupaten/kota lainnya sangat mendukung deklarasi kesepakatan dalam seminar dan konsolidasi itu.

Adapun deklarasi kesepakatan sebanyak 6 poin; pertama masyarakat Dayak Kaltim bersepakat menjunjung tinggi PDKT dengan dasar musyawarah dan mufakat dengan memegang teguh Kesepakatan Tokoh Masyarakat Dayak Kaltim pada 6 Agustus 2011 di Hotel Bumi Senyiur; kemudian, setiap organisasi yang menyebutkan namanya Dayak di wilayah Kaltim harus berkoordinasi dengan PDKT dan Dewan Adat Dayak Kaltim, PDKT berkewajiban memajukan dan memperjuangkan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan kesejahteraan masyarakat Dayak dengan didukung organisasi Dayak yang mempunyai tugas dan fungsi sama dengan PDKT.

“Kita harus bersatu. Bahkan kalau di jalan, kita teriak Dayak Bersatu. Biar saja organisasi Dayak banyak, tapi kita bersatu dalam PDKT. Kita jangan putus komunikasi dan saling keterbukaan,” tegas Ketua Laskar Pemuda Adat Dayak Kaltim (LPADKT) Vendy Meru.
Begitu pula Ketua Forum Intelektual Dayak Nasional (FIND) Jiuhardi. “Di Kaltim ini Dayak ada 16 suku, belum lagi sub–sub sukunya. Seperti Dayak Kenyah ada 24 sub suku lagi. Tentunya ini mutlak persatuan, dan IKN Dayak harus punya tempat,” tegas Jiuhardi yang juga Akademisi Unmul.

Adapun seminar diisi dengan 4 materi, pertama materi Ekologi Adat Dayak Dalam IKN narasumber Dr Ir Paulus Matius, Kearifan Lokal Dayak narasumber Dr Martinus Nanang M.A, Sosial Budaya Dayak narasumber Dr G Simon Devung M.Pd, dan Sikap Politik Dayak dengan Kehadiran IKN disampaikan Romo Dr R.D Moses Komela Avan J.C.D S.Phil SH.(adv/doni/nha)

Editor : rusli-Admin Sapos