Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mangrove Center Perketat Protokol Kesehatan

izak-Indra Zakaria • 2020-08-26 13:55:17
Sterilisasi kawasan mangrove.
Sterilisasi kawasan mangrove.

BALIKPAPAN – Sektor pariwisata kembali dilanda kecemasan. Lonjakan kasus terkait pandemi Covid-19 terus terjadi. Objek wisata yang kerap terkena dampak, mesti kembali waspada.

Beberapa waktu lalu, tepatnya Jumat (14/8), penutupan tempat wisata dilakukan Pemkot Balikpapan. Kebijakan ini berlaku selama tiga hari. Dipatuhi semua objek wisata, termasuk Mangrove Center Balikpapan.

Mengacu pada hal ini, pengetatan pun kian dilakukan. Wisata edukasi tersebut tak pernah ketinggalan untuk menerapkan protokol kesehatannya. Seperti yang terlihat pada Senin (24/8) pagi. Salah satu relawan Mangrove Center tengah melakukan penyemprotan disinfektan di setiap sudut. Giat sterilisasi ini dilakukan setiap pagi, sebelum pengunjung datang.

Begitu pula dengan fasilitas yang ada di tempat tersebut. Seperti perahu dan baju pelampung. Usai digunakan pengunjung, segera dibersihkan. Jika ada pengunjung yang tidak memiliki masker diminta untuk pulang, atau pihak Mangrove Center yang memberikan dari stok yang ada.

“Kami hanya mengikuti anjuran pemerintah terkait pencegahan terpaparnya virus. Harusnya kedisiplinan itu ada di masing-masing pihak,” ujar Agus Bei, pengelola Mangrove Center Balikpapan.

Tambahnya, perihal kedisiplinan ini harus jadi prioritas. Menurut dia, adalah hal percuma apabila penutupan tempat umum dilakukan, tetapi masyarakat tidak patuh. Penyebaran virus pun tidak akan terelakkan lagi.

Beberapa syarat bagi pengunjung pun turut ditambah. Seperti pembatasan jumlah penumpang yang ingin naik perahu mesin. Sebelumnya maksimal sembilan orang, kini dibolehkan enam orang saja. Diutamakan rombongan keluarga.

Selain itu, dia berkata bahwa belum ada peningkatan pengunjung yang signifikan. Di mana biasanya, akhir pekan tempat wisata itu selalu ramai. Berbeda dengan saat sekarang. Namun, ia memaklumi hal tersebut. Bisa jadi, beberapa masyarakat masih terlalu takut untuk beraktivitas di luar.

“Karena faktanya kasus di Balikpapan kian meningkat tiap harinya. Jadi, kita memang harus lebih waspada,” tandasnya.

Meski mengakui bahwa keadaan ekonomi harus merangkak naik, dirinya berpendapat lain. Bagi dia, ekonomi daerah memang penting, hanya saja tak berarti mengorbankan kesehatan.

Menyinggung soal pengembangan, Agus menyebut bahwa kegiatan renovasi hampir rampung. Dengan capaian lebih dari 90 persen. Sedangkan untuk penambahan 53 meter jembatan telah selesai dikerjakan. (*/okt/ms/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan