SAMARINDA–Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menetapkan pemenang Pilkada Serentak 2020 di Kaltim dalam rapat pleno (22/1). Di Kota Samarinda, pleno berjalan mulus tanpa berujung sengketa. Andi Harun-Rusmadi Wongso yang memenangi persaingan ditetapkan KPU Samarinda sebagai wali kota dan wakil wali kota Samarinda terpilih.
Dengan demikian, pasangan yang diusung tujuh partai politik ini bakal memimpin Samarinda selepas masa jabatan Syaharie Jaang-Barkati yang berakhir akhir Februari nanti. Semula, KPU memang harap-harap cemas lantaran paslon independen Zairin Zain-Sarwono berancang-ancang menggulirkan hasil perhitungan suara ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, sebelum 2020 berganti, duet ini legawa dan mengurungkan niatnya menyengketakan hasil rekap KPU tersebut.
Pleno pun akhirnya digelar berbekal edaran KPU RI untuk menghelat pleno penetapan paslon terpilih untuk daerah yang tak bersengketa di lembaga yudikatif ketatanegaraan tersebut pada 19 Januari lalu. “Tugas kami sudah selesai, tinggal mengevaluasi dan menyusun pertanggungjawaban tahapan yang dijalankan KPU selama pemilu,” kata Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat.
Ketika memberikan sambutan, Andi Harun (AH) menyebut lawannya di gelanggang demokrasi beberapa waktu lalu merupakan sosok yang hangat dan berhati besar. “Paslon independen pun demikian. Kami semua berlaga dan tetap menjaga kondisi Samarinda tetap kondusif, aman terkendali, tertib, dan damai,” ungkapnya.
AH kini mulai menyelaraskan program dan visi-misi mereka di tengah berjalannya roda pemerintahan saat ini. Meski APBD 2021 sudah diketok November 2020 lalu, dia bersama Rusmadi harus merealisasikan janji politik yang dikampanyekannya dalam pilkada. Salah satunya, program pemberdayaan masyarakat Rp 100-300 juta per RT se-Samarinda.
Selaku wakil wali kota terpilih, Rusmadi Wongso akan memimpin tim transisi untuk berkoordinasi dengan jajaran Pemkot Samarinda. Namun, ditegaskan AH, tim ini hanya bersifat ad hoc atau sementara hingga mereka resmi dilantik. Tim transisi pun akan menyelaraskan tiga area prioritas perubahan yang lebih efektif dan efesien. Seperti organisasi dan tata laksana pemerintahan, pengawasan dan pelayanan publik, serta pembangunan.
“Menyusun target 100 hari kerja biar ketika kami resmi bekerja roda pemerintahan berjalan normal, tak kagok,” ucapnya. Penanganan pandemi Covid-19 di semua aspek hingga pemulihan ekonomi menjadi kerja prioritas yang disusunnya dalam program kerja tersebut. Lalu, persoalan klasik yang saban tahun muncul seperti banjir, kebersihan, hingga penataan juru parkir dan pedagang kaki lima.
Disinggung soal program kerja wali kota sebelumnya, AH mengaku akan meneruskan program yang sudah berjalan selama perencanaan itu memang berangkat dari kebutuhan masyarakat Samarinda. “Tunggu dilantik saja. Baru kami beraksi,” singkatnya.
Basri Rase-Najirah Pimpin Bontang
Dari Kota Bontang, KPU menetapkan pasangan terpilih Basri Rase-Najirah sebagai pemimpin baru Kota Taman hasil Pilwali Bontang 2020. Rapat pleno terbuka digelar di Hotel Equator.
Ketua KPU Bontang Erwin mengatakan, jadwal pelantikan pasangan terpilih bukan ranah kewenangannya, melainkan menunggu instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Kabarnya akhir periode 17 Maret. Tapi infonya mau dimajukan bulan depan (Februari),” ucapnya.
Rapat pleno petenapan ini hanya dihadiri Najirah. Pasalnya, Basri Rase berada di luar daerah. Najirah mengatakan,
misi pertama setelah dilantik ialah mewujudkan program prioritas. Meliputi BPJS kesehatan, pendidikan, serta wifi gratis. Pun demikian dengan program lainnya sesuai konsep yang telah tercetus saat masa kampanye.
Periode Kedua FX Yapan-Edyanto Arkan
Dari Kutai Barat, pasangan petahana FX Yapan-Edyanto Arkan (Yakan) ditetapkan sebagai calon terpilih Pilkada Kubar 2020. Hal ini diputuskan hasil rapat pleno yang digelar di Sekretariat KPU Kubar. Paslon Yakan yang mendapat nomor urut 2 memperoleh 49.141 suara atau 61,13 persen. Yakan diusung Partai PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKS, Perindo, PAN, Hanura, dan Demokrat.
Sedangan paslon perseorangan yakni Martinus Herman Kenton-Abdul Aziz (MAS) urut 1 hanya 32.241 suara atau 38,87 persen. Ketua KPU Kubar Arkadius Hanye menyebutkan, partisipasi pemilih cukup tinggi meski digelar di tengah pandemi Covid-19. Suara sah mencapai 81.963 atau 71,14 persen dari total jumlah daftar pemilih tetap sebesar 113.794 orang. Jika dibandingkan partisipasi Pilkada Kubar 2015 hanya 67,6 persen. Kemudian Pilgub Kaltim di wilayah Kubar lebih rendah lagi yakni 58,22 persen."Tingginya partisipasi pemilih berkat dukungan semua pihak," kata Hanye.
Tidak Ada Lagi Kubu 01 atau 02 di Berau
Di Tanjung Redeb, KPU Berau menetapkan Sri Juniarsih dan Gamalis sebagai bupati dan wakil bupati Berau hasil Pilkada Serentak 2020. “Karena tidak ada gugatan di MK, kami bisa langsung melaksanakan penetapan hasil pilkada,” terang Ketua KPU Berau Budi Harianto. Paslon nomor urut dua Sri Juniarsih-Gamalis berhasil mengungguli pasangan calon nomor urut satu, Seri Marawiah dan Agus Tantomo. Paslon yang diusung gabungan partai politik PKS, PPP, Demokrat, dan PAN ini berhasil meraih 63.675 suara. Sementara paslon nomor urut 1 meraih suara 46.192 suara berdasar rapat pleno terbuka penetapan hasil penghitungan suara.
Dikonfirmasi, Sri Juniarsih mengatakan, ini adalah amanah dari masyarakat Berau yang akan diemban ke depannya. Menurut dia, untuk menjalankan roda pemerintahan yang baik, dibutuhkan dukungan masyarakat. “Mudah-mudahan kita bisa membawa Kabupaten Berau lebih baik lagi, dan terima kasih kepada masyarakat,” katanya.
Dirinya berharap setelah hasil ini tidak ada lagi pepecahan dan bisa bersatu lagi. Sebab, ucap dia, dalam memimpin, dirinya juga perlu ada masukan dan ide dari masyarakat yang bisa memajukan Berau. “Setelah penetapan dari KPU, jangan ada lagi 01 atau 02. Kami akan terus merangkul masyarakat untuk memberikan ide guna memajukan Berau. Saya juga berterima kasih kepada para pendukung simpatisan dan paguyuban yang sudah membantu kami,” tandasnya.
Fahmi-Masitah Kepala Daerah Paser
Dari Tana Paser, pembacaan berita acara penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih Pilkada Paser 2020 digelar tadi malam di Hotel Kyriad Sadurengas. KPU
menetapkan pasangan terpilih dr Fahmi Fadli sebagai bupati dan Syarifah Masitah Assegaf sebagai wakil bupati. Dengan raihan 57.809 suara atau 46,23 persen dari perolehan suara sah. 125.059. Pasangan ini diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Golkar.
Dalam sambutannya, Fahmi Fadli menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara dan pendukung. Tugas dan dedikasi yang luar biasa telah dikerahkan. Jika ada khilaf dan salah kata selama tahapan, dia meminta maaf. "Kami tidak bermaksud membuat paslon lainnya sakit hati atau tidak nyaman," kata Fahmi. Semua paslon, kata dia, setelah penetapan ini, diajaknya bersatu membangun Paser bersama. "Kita selalu terbuka berkomunikasi," lanjutnya.
Untuk seluruh masyarakat Kabupaten Paser, Fahmi mengatakan bahwa bisa saja pilihan berbeda. Namun, pada hakikatnya semua memiliki satu tujuan, yaitu Paser yang mandiri, maju adil dan sejahtera. "Kami adalah pemimpin untuk seluruh masyarakat Paser tanpa terkecuali. Pada 2024 nanti kita akan lihat Paser maju dari yang sekarang," pungkasnya. Sementara itu, KPU Mahakam Ulu dijadwalkan baru menggelar pleno hari ini. Kemudian, hasil Pilkada Balikpapan, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara belum dilakukan pleno oleh KPU karena terjadi sengketa perselisihan yang kini ditangani MK. (jib/ryu/*/ak/rud/aky/ind/riz/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria