SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dirjen Bina Marga Direktorat Pembangunan Jembatan tidak merekomendasikan Jembatan Mahkota II Samarinda untuk dibuka.
Hal ini disampaikan dalam surat menjawab surat dari Walikota Samarinda tertanggal 10 Mei 2021. Surat Kementerian PUPR ditandatangani oleh Direktur Pembangunan Jembatan Yudha Handita Pandjiriawan.
Walikota Samarinda Andi Harun menjelaskan berita acara hasil pengukuran sebelum dan sesudah kelongsoran ke Kementerian PUPR.
Hanya saja, keretakan pada pile cap phylon 7 dan bagian lainnya belum dilaporkan. Karena, alat pengukuran keretakan dengan crack direction microscope harus dipesan dari Jakarta. "Alat mengukur keretakan harus dipesan dari Jakarta selama 6 minggu," katanya.
Andi Harun meminta pengertian dan kesabaran dari masyarakat atas penutupan jembatan Mahkota II. "Mungkin ini berat, kurang happy. Tapi percayalah Kementerian PUPR mengambil tindakan lebih hati-hati dan tidak bisa berspekulasi," katanya.
Andi Harun memperkirakan butuh waktu sebulan lagi untuk mengambil kesimpulan untuk lebih pastinya kondisi Jembatan Mahkota II. (myn)
Editor : izak-Indra Zakaria