Komisi II DPRD Paser menggelar rapat koordinasi dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) guna membahas keberlanjutan pengelolaannya di Kabupaten Paser. Rapat berlangsung di ruang rapat Bapekat DPRD Paser, Rabu (16/6). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Paser Fadli Imawan didampingi anggota Komisi II Abdul Azis, Supian, Yairus Pawe, Lamaludin, dan Sri Nordianti. Turut hadir perwakilan pemkab yakni Asisten Kesra Ir H.Romif Erwinadi, Bappeda, Inspektorat, serta pimpinan Polnes dan jajaran.
Digelarnya rapat ini merupakan tindak lanjut keinginan Polnes yang meminta RDP dengan pemkab mengenai bagaimana keberadaan kampus Politeknik Negeri Samarinda yang membuka cabang di Kabupaten Paser.
Sebagaimana diketahui, di Kabupaten Paser sudah beroperasi politeknik dalam kurun beberapa tahun. Namun menurut informasi, kampus ini sedang dievaluasi tentang kelanjutannya.
Pimpinan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) Ramli berkomitmen mendalam membangun sumber daya manusia(SDM) di Kabupaten Paser ini, secara keseluruhan para mahasiswa aktif sekira 5.000, sedangkan untuk di Kabupaten Paser sendiri aktif sekitar 160 yang berada di semester 2, 4 dan 6.
"Saat ini kami hadir di DPRD Paser ini paling tidak DPRD sebagai wakil kami di masyarakat juga perlu tahu bagaimana perkembangan antara Polnes dengan Pemkab Paser," kata Ramli. Ramli berharap dengan diadakannya RDP dengan dinas terkait, DPRD bisa memberikan solusi terkait kelanjutan pengelolaannya di Kabupaten Paser. "Kami harapkan ada solusi terbaik untuk kelanjutan politeknik di Paser yang saat ini banyak mengalami kendala," imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Kesra Romif Erwinadi menuturkan, dalam kondisi saat ini, melihat dari anggaran pemkab, sangat berat untuk meneruskan keberadaan Polnes ini, apalagi melihat kurangnya animo masyarakat. "Kami dari pemkab tentunya hal ini kami evaluasi kembali langkah apa yang akan kami ambil, apakah akan meneruskan atau tidak," tegasnya.
Dari Inspektorat memberi masukan dan masih ingin selalu menyuport keberadaan perguruan tinggi ini, karena sudah memiliki nama besar. Namun karena kondisi transisi ini, membuat pihak Inspektorat perlu mengevaluasinya walaupun secara normatif hal ini merupakan suatu kebutuhan daerah. Sedangkan Bappeda meminta melihat minat masyarakat yang kurang untuk masuk Politeknik Paser yang tentunya berbanding terbalik dengan anggaran yang besar.
"Dari pihak Bappeda mengatakan siap saja untuk menyiapkan anggaran untuk menyelesaikan sisa-sisa mahasiswa yang masih aktif sampai lulus. Maka dari itu akan kita evaluasi kembali terkait keberadaan Politeknik di Paser," ujarnya.
Anggota Komisi II DPRD Abdul Azis menambahkan, pihaknya masih ingin Polnes ini tetap lanjut dan hal ini sesuai dengan visi misi Bupati Paser saat ini yang salah satunya ingin memajukan pendidikan di Paser.
"Kami berdoa semoga saja evaluasi pemkab terkait kelanjutan Polnes ini bisa berubah dan bukan harga mati seperti yang diungkapkan Asisten Bidang Kesra. Kalau masalah anggaran kan kita bisa saja menyiasati. Terkait hal ini semoga Pak Asisten bisa sampaikan ke Pak Bupati," pinta Abdul Azis.
Hal senada diungkapkan anggota Komisi II lainnya, Yarius Pawe. Dia mengaku baru tahu permasalahan ini dan menginginkan ada diskusi lagi untuk membahasnya.
"Ke depan kita ini akan menjadi penyangga IKN. SDM kita harus meningkat. Kalau kampus yang bagus ini tidak dilanjutkan, kan sangat rugi," tegasnya
Menurutnya, terkait pengesahan penganggaran juga berasal dari DPRD, bisa dipilah-pilah yang mana yang bisa digeser untuk mengakomodir Polnes ini.
"Harapan dan masukan dari kami, dari pihak Polnes agar lebih aktif lagi menyosialisasikan kampus politeknik ini, agar animo masyarakat kita meningkat, dan minat masyakat pun meningkat," tandasnya.
Wakil Ketua DPRD Fadli Imawan menambahkan, dalam kesimpulan rapat diketahui bahwa minat masyarakat untuk masuk polteknis ini sangat rendah, sehinfga dari opsi ini membuat pemkab untuk tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya. Tapi menurut pandangan dari Komisi II DPRD Paser, ingin hal ini untuk kembali dibicarakan, karena potensi Politeknik Samarinda ini sangat memiliki nilai yang strategis untuk Kabupaten Paser, dimana nilai sebuah perguruan tinggi negeri mempunyai gengsi tersendiri di masyarakat.
"Kami rasa mungkin promosinya saja yang kurang. Kita merekomendasikan agar Polnes membuka diri untuk mencari formulasi seperti apa agar masyarakat Kabupaten Paser tahu bahwa Polnes yang terkenal itu ada memiliki cabang di Kabupaten Paser. Dan kami berharap pemerintah daerah kembali berbicara dengan Polnes mengenai keberlangsungannya," tutur Fadli Imawan.
Karena para anggota DPRD Komisi II satu suara untuk melanjutkan keberadaan politeknik tersebut, pihaknya akan mengadakan pertemuan kembali dengan Polnes untuk memaparkan terkait apa-apa saja rencana dari Polnes.
"Kita akan melaksanakannya kalau menurut kami sesuai. Tapi tentunya bisa melibatkan pihak swasta dalam pendanaannya, tentunya dengan dukungan DPRD,” imbuhnya.
DIsebutkan, memang keberadaan politeknik di Paser belum cukup terdengar luas. " Ya sam-samalah kita berbenah. Kami secepatnya akan melakukan pertemuan dengan tim percepatan, dan akan memanggil pihak Polnes untuk memaparkan apa yang mereka progreskan," pungkasnya. (bp-9/cal)
Editor : izak-Indra Zakaria