Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Proyek Drainase Rp 20,9 Miliar Rusak, Kontraktor Sebut Masih Masa Pemeliharaan, Janji segera Perbaikan

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 4 Juni 2022 - 18:38 WIB
RUSAK SEBELUM WAKTUNYA: Proyek saluran drainase di Jalan AW Sjahranie, Kecamatan Samarinda Utara, tidak jauh dari simpang Sempaja, kondisinya rusak. Padahal, proyek tersebut belum lama selesai, yakni Desember 2021.
RUSAK SEBELUM WAKTUNYA: Proyek saluran drainase di Jalan AW Sjahranie, Kecamatan Samarinda Utara, tidak jauh dari simpang Sempaja, kondisinya rusak. Padahal, proyek tersebut belum lama selesai, yakni Desember 2021.

 

SAMARINDA–Saluran drainase di Jalan AW Sjahranie, Kecamatan Samarinda Utara, sedang jadi perhatian. Pasalnya, selain pengerjaannya yang kurang rapi, proyek yang baru selesai medio 2021 itu kondisinya sudah rusak di beberapa bagian. Retakan mudah dilihat di beberapa titik, bahkan di beberapa tempat mulai rusak dan berlubang.

Pada 2021 ada dua paket lanjutan pembangunan dan peningkatan saluran drainase di Jalan AW Sjahranie. Berdasarkan data di LPSE Samarinda, paket pertama menelan anggaran Rp 6,6 miliar, dan paket kedua Rp 14,3 miliar. Proyek pertama dikerjakan CV Fajar Borneo Indah, proyek kedua dikerjakan CV Belolangi Cipta Sarana.

Salah satu warga Jalan AW Sjahranie yang enggan disebutkan identitasnya menyebut, proyek di depan rumahnya itu selesai Desember 2021. Namun, baru seminggu selesai, retakan mulai terlihat hingga akhirnya kondisinya hancur. "Membangunnya asal-asalan, tidak ada pipa ke parit atau pembuangan, jadi kalau hujan airnya mengendap di situ (jalan)," ungkapnya. Warga menyebut, kondisi bangunan yang retak, ditambah air mengendap saat hujan, dan sering lalu-lalang kendaraan, bangunan pun mudah hancur. Bahkan ketika hujan wilayah tersebut mudah banjir. "Kalau hujan sore banjir, tengah malam baru surut. Karena pembuangan tidak ada yang mengarah ke parit," tambahnya.

Sepengetahuannya, ketika membangun drainase, ada lubang parit yang lari dari jalan ke saluran drainase yang dibangun. Namun, kondisinya saluran parit justru diblok. "Diblok tinggi (pinggir saluran drainase), tanahnya diuruk baru di-stemper (dipadatkan). Kemudian langsung dicor begitu saja," tegasnya.

Sementara itu, Owner CV Fajar Borneo Indah M Rizeki menerangkan, terkait masalah kerusakan atau bangunan drainase yang ambles, sudah dikonfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda. Dan segera diperbaiki. "Sudah koordinasi langsung ke PUPR Samarinda. Karena masih tahap pemeliharaan (kontraktor)," ucapnya singkat. Harian ini mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada CV Belolangi Cipta Sarana. Namun, ketika menyambangi kantor kontraktor tersebut, pimpinan mereka sedang tidak di tempat.

Sementara itu, Plt Kadis PUPR Samarinda Desi mengungkapkan, proyek jalan maupun drainase ketika selesai dikerjakan memiliki masa pemeliharaan. Artinya, selama masa pemeliharaan tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor bila terdapat kerusakan. "Sekitar enam bulan waktu masa pemeliharaan setelah selesai pekerjaan," tutupnya. (dra/k8)

 

ASEP SAIFI ARIFIAN

@asepsaifi

Editor : izak-Indra Zakaria
#samarinda