Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Belum Setahun, Bangunan Senilai Rp 500 Juta Sudah Rusak, Plafon Jebol, Listrik Belum Tersambung

izak-Indra Zakaria • Rabu, 20 Juli 2022 - 03:19 WIB
MASIH SEUMUR JAGUNG: Salah satu komponen bangunan SD 018 Tanjung Redeb yang mengalami kerusakan walau berusia belum genap setahun.
MASIH SEUMUR JAGUNG: Salah satu komponen bangunan SD 018 Tanjung Redeb yang mengalami kerusakan walau berusia belum genap setahun.

TANJUNG REDEB - Pembangunan tahap dua Sekolah Dasar (SD) 018 Tanjung Redeb, dikeluhkan oleh Ketua Komite SD 018 Tanjung Redeb, Edy Nazaruddin. Pasalnya, bangunan SD yang berlokasi di Jalan Andika tersebut, sudah mengalami kerusakan walau baru beberapa bulan selesai dibangun.

Eddy yang juga sekaligus mewakili orangtua murid, sangat menyayangkan kondisi kerusakan tersebut. Disebutnya, pembangunan tahap kedua SD tersebut baru selesai pada Desember 2021. “Hitungannya baru berapa bulan saja. Sudah beberapa plafon yang jebol,” katanya kepada Berau Post kemarin (18/7).

Dikhawatirkannya, kondisi bangunan yang cepat rusak tersebut akan berdampak kepada para pelajar. "Beberapa fasiltas pendukung seperti aliran listrik juga belum terealisai. Sementara dibutuhkan oleh guru-guru di sekolah untuk melakukan aktivitas. Sampai sekarang belum ada tersambung listrik sama sekali," ujarnya. 

Sehingga Eddy menilai, pihak dinas terkait bisa betul-betul teliti dalam pelaksanaan pembangunan. Jangan hanya menerima pekerjaan tetapi hasilnya tidak optimal. 

"Jangan dispelekan hal-hal seperti ini. Mutu pembangunan sekolah itu mestinya betul-betul harus dijaga. Karena semua berisiko. Jadi saya anggap ini asal-asalan. Karena banyak fisik bangunan sekolah ini yang belum sempurna," bebernya. 

"Intinya kami atas nama orangtua murid mohon segera ditindaklanjuti. Jangan tunggu ada kejadian hal-hal yang tidak diinginkan baru bertindak," tegasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Sarana dan Prasarana SD, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau Pandu Wira Karya mengaku, pembangunan tersebut memang sudah diserahkan dari kontraktor ke Disdik Berau. Dan masa pemeliharaan selama 6 bulan juga sudah habis. Namun pihaknya akan berusaha meminta kontraktor pelaksana pembangunan gedung tersebut, membantu untuk melakukan perbaikan. 

"Pihak kami sudah mengetahui adanya kerusakaan tersebut. Sehingga kami akan menindaklanjuti dengan bersurat dulu ke pihak kontraktor (penyedia) untuk dibantu memperbaiki kerusakannya," jelas Pandu. Sebab di dalam kontrak pengerjaan tersebut juga tertera jaminan bangunan selama 10 tahun. "Sehingga dalam surat itu nanti kami memohon untuk dibantu kembali terkait perbaikan kerusakan di sekolah tersebut," sambungnya.

Jika memang nantinya pihak kontraktor menolak untuk membantu perbaikan beberapa komponen yang telah rusak itu, mau tidak mau akan menjadi tanggung jawab pihaknya untuk melakukan perbaikan. "Jadi Disdik akan sampaikan surat permohonan perbaikan dulu, jika surat pertama tidak ditanggapi akan ada surat kedua dan ketiga yang dilayangkan. Jika memang tidak ada tanggapan lagi, Disdik yang mencoba mencarikan solusinya nanti," ujarnya. 

Menurut Pandu, memang harus ada penanganan dari kerusakan tersebut. Pasalnya ada proses belajar-mengajar di sekolah itu. Sehingga bisa meminimalisasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pada murid-murid SD 018 tersebut. "Paling tidak dalam minggu-minggu ini. Paling lambat harapannya minggu depan sudah dilaksanakan (penanganan) oleh kontraktor," harapannya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan tahap dua gedung SD 018 Tanjung Redeb, Rudi, memastikan sesegera mungkin pihaknya akan melakukan identifikasi lapangan. Supaya cepat mengambil solusi seperti apa untuk penanganan dari kerusakan tersebut. Itu juga supaya  perbaikan berikutnya tidak terjadi lagi hal serupa. 

"Saya pasti tetap bertanggung jawab, dalam artian untuk menyarankan si kontraktor untuk segera memperbaiki kerusakan," ucap Rudi. 

Disebutnya, pengerjaan pembangunan SDN 018 Tanjung Redeb dimulai sejak 2018 dan berlanjut tahap dua di tahun 2021 dengan anggaran sebesar Rp 500 juta. (mar/udi)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Berau