Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tertibkan Pedagang Pasar Tumpah Bung Tomo

izak-Indra Zakaria • Selasa, 2 Agustus 2022 | 13:39 WIB
TAK HENTI: Rahmadi (kedua kanan) menasihati pedagang yang masih menggelar lapak di tepi Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, yang membuat penyempitan jalan, Senin (1/8). Foto lain, PKL yang telah ditertibkan di Jalan A
TAK HENTI: Rahmadi (kedua kanan) menasihati pedagang yang masih menggelar lapak di tepi Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, yang membuat penyempitan jalan, Senin (1/8). Foto lain, PKL yang telah ditertibkan di Jalan A

SAMARINDA–Sejak akhir 2021, puluhan pedagang pasar tumpah di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, ditertibkan. Para pedagang dialihkan untuk berjualan di akses jalan menuju area Pasar Harapan Baru di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir. Dianggap tidak menguntungkan, mereka pun kembali berjualan di tempat semula.

Lurah Sungai Keledang Rahmadi beserta jajaran kemarin (1/8) melakukan penertiban terhadap para pedagang yang nekat berjualan di tepi jalan untuk pindah. Sejak Februari lalu, pedagang yang keluar dari area Pasar Harapan Baru mendapat tempat di RT 16, di lahan milik warga. "Ada tokoh masyarakat yang mengakomodasi. Mereka dibolehkan jualan di area galangan kapal warga, tapi diharuskan menyewa Rp 5 ribu," ucapnya. Seiring berjalan waktu, biaya sewa naik dua kali lipat menjadi Rp 10 ribu. Hal itu memicu keluhan pedagang, belum lagi terdapat juru parkir (jukir) yang ditugaskan menata kendaraan pembeli. Dua kondisi itu membuat lambat laun pembeli semakin sepi. "Makanya mereka kembali ke luar jalan lagi. Kami menerbitkan beberapa pedagang. Memberi pengertian untuk pindah ke pasar sementara atau ke wilayah Pasar Harapan Baru," jelasnya. "Sebagai antisipasi, kami akan melakukan penertiban di sini (Jalan Bung Tomo) seminggu sekali. Tetapi tiap hari terus dipantau," sambungnya.

Dia berharap, Pasar Harapan Baru segera difungsikan, termasuk menutup dan memindahkan pasar tumpah di Jalan Kurnia Makmur, Kelurahan Harapan Baru, untuk pindah ke bangunan pasar baru. Jika masih seperti saat ini, pihaknya hanya main “kucing-kucingan” dengan pedagang yang berjualan di tepi jalan. "Mereka (pedagang) rata-rata tinggal di Sungai Keledang. Mereka sempat meminta dibangunkan pasar juga. Tetapi tidak tersedia lahan. Kondisi itu akan kami koordinasi ke pemerintah kecamatan hingga OPD teknis untuk dicarikan solusi," tutupnya.

Menanggapi kondisi Pasar Harapan Baru yang belum siap ditempati, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Marnabas Patiroy membenarkan hal tersebut. Pihaknya baru mengusulkan anggaran renovasi kurang dari Rp 200 juta di APBD Perubahan 2022. Targetnya setelah pembenahan, pasar bisa digunakan pada 2023 mendatang. "Saat ini masih diusulkan. Kemarin di APBD 2022 tidak teranggarkan. Namun, kami dorong pedagang tetap berjualan di akses jalan menuju pasar," tegasnya.

 

Sementara itu, sterilisasi bangunan liar di Jalan AM Sangaji, Kecamatan Sungai Pinang, dilakukan Satpol PP Samarinda. Ada tujuh bangunan dibongkar lantaran berdiri di atas saluran drainase. Mayoritas digunakan oknum masyarakat untuk berjualan. Giat penertiban tersebut pun berlangsung aman dan kondusif.

Kabid Trantibum Satpol PP Samarinda Ismail mengatakan, tujuh bangunan yang mereka bongkar kemarin berdiri di pinggir jalan. Mengganggu ketertiban dan keamanan para pengguna jalan yang melintas. "Melanggar Perda Nomor 19/2001 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Samarinda," jelasnya. Penertiban pun diklaim langsung mereka lakukan. Tidak perlu berproses melalui surat maupun peringatan dahulu. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

 

ASEP SAIFI ARIFIAN

@asepsaifi

 

Editor : izak-Indra Zakaria