Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kemeja untuk Presiden dan Ibu Negara Antar 4 Siswi SMKN Itu ke Istana Merdeka

izak-Indra Zakaria • Jumat, 18 Agustus 2023 - 20:07 WIB
Jokowi saat menjalani pengukuran baju.
Jokowi saat menjalani pengukuran baju.

Keinginan bertemu dengan presiden di Jakarta disampaikan para siswi saat membungkus baju pesanan yang diambil Paspampres. Bermula dari kunjungan mendadak Jokowi ke SMKN 4 Kota Jambi.

 

ANDRI B. AVOLDA, Kota Jambi-ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta

 

BAHKAN, dalam mimpi terliarnya pun Ayu Wulandari tak pernah membayangkan bakal bisa menginjakkan kaki di Istana Merdeka. Dari Kota Jambi, tempatnya bermukim, Jakarta terasa demikian jauh di luar jangkauan.

Namun, berkat tangan terampilnya, bersama ketiga kawan sekolah di SMKN 4 Kota Jambi, yang telah menghasilkan dua kemeja putih serta sepasang batik untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, yang tak terbayangkan itu pun terwujud kemarin (17/8).

Ayu bersama Zea Abadia, Sunia Ariska, Zaqia Cahaya Camila, dan didampingi Kepala SMKN 4 Kota Jambi Asmiati hadir memenuhi undangan peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia (RI) di Istana Merdeka. ”Tetangga kami di rumah sampai mengira kami bohong bahwa kami diundang presiden untuk upacara bendera,” ucap Nia, sapaan akrab Sunia Ariska.

Semua bermula dari mampirnya Jokowi ke sekolah empat siswi yang kini duduk di kelas XII jurusan busana tersebut pada 16 Mei lalu. Sebuah kunjungan di luar agenda yang sampai membuat Asmiati tak sempat menyiapkan sambutan khusus dari para pelajar di sekolah yang dipimpinnya.

Jokowi berkeliling meninjau ruang praktik dan sejumlah ruangan lain. Ketika bertemu dengan para siswi jurusan busana yang praktik menjahit, mantan gubernur Jakarta itu langsung bertanya apakah bisa memesan kemeja.

”Para siswi sempat grogi ketika ditanya Pak Presiden demikian, tapi kemudian saya berusaha menenangkan dan mengingatkan bahwa mereka punya kemampuan. Setelah agak tenang, baru mereka mulai mengukur dan mencatat ukuran baju Pak Presiden,” kata Asmiati.

Untuk baju yang dipesan, Jokowi menyerahkan uang Rp 10 juta sebagai biaya pembuatan. Asmiati pun langsung membentuk tim kecil untuk menuntaskan pesanan dari kepala negara tersebut. Keempat siswi tadi dipilih berkat keterampilan serta pengalaman magang di tempat jahit.

Bahan baju pun dipilihkan yang terbaik dari toko bahan baju di Jambi. Sesuai dengan prosedur, tiga anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) turut mengawasi selama seminggu pembuatan.

”Seminggu Paspampres mengawasi kami agar pembuatan bajunya aman,” jelas Asmiati kepada Jambi Ekspres yang menemuinya di Kota Jambi sekitar dua pekan sebelum ke Jakarta (1/8).

Total waktu pengerjaan baju sekitar dua minggu. ”Kami berikan yang terbaik. Anak-anak juga sampai begadang menyelesaikan pesanan spesial ini,” ungkapnya.

Ayu mengenang, setiap detail pengerjaan baju benar-benar penuh doa dan harapan. Setiap membuat pola atau menjahitnya, dia, Nia, Zea, dan Zaqia juga selalu membayangkan presiden dan ibu negara akan menyukainya.

Begitu selesai dan dalam proses membungkus, kepada anggota Paspampres yang mengambil jahitan, para siswi tersebut memberanikan diri untuk menyampaikan permintaan: mereka ingin bertemu dengan presiden di Jakarta.

Namun, mereka sempat putus harapan. Sebab, setelah dibawa Paspampres, tak terdengar kabar baju-baju karya mereka.

”Kami sampai kayak hopeless. Ingin rasanya melihat baju kami dipakai presiden, lewat foto saja tidak masalah,” ujar Qia, sapaan akrab Zaqia Cahya Camila.

Sampai kemudian kabar baik itu datang dari Bengkulu. Saat berkunjung ke SMKN 2 Bengkulu Tengah pada 20 Juli, Jokowi dengan bangga memamerkan bahwa kemeja putih yang dikenakannya merupakan karya para siswi SMKN 4 Kota Jambi.

”Awalnya, kami sempat takut berita itu hoax,” kata Zea yang bertugas membuat kemeja putih yang dikenakan presiden di SMKN 2 Bengkulu Tengah tersebut.

Asmiati sempat punya kekhawatiran yang sama. ”Saya takutnya itu editan suara Pak Presiden seperti banyak di TikTok. Akhirnya, saat dikonfirmasi Paspampres dan lihat berita, saya baru percaya dan langsung merinding,” ungkapnya.

Kabar menggembirakan tak hanya berhenti di situ. Keempat siswi dengan didampingi kepala sekolah juga diundang ke Istana Merdeka untuk menghadiri perayaan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI.

Saking senangnya, Ayu sampai sulit percaya. Qia malah sulit tidur. ”Benar-benar kabar yang paling indah yang pernah kami dengar. Sebuah capaian luar biasa bagi kami,” kata Qia.

Pada Rabu (16/8), mereka pun terbang ke Jakarta. Sehari kemudian, keempat siswi menghadiri upacara hari kemerdekaan di Istana Merdeka. Dan, hari ini mereka dijadwalkan balik ke Jambi.

Ayu, Nia, Zea, dan Qia yang sudah mulai membuka usaha jahit kecil-kecilan di rumah masing-masing menyebut apa yang mereka capai ini baru tahap awal. Mereka masih ingin maju, ingin melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Mereka ingin bisa mencapai karier terbaik di industri fashion. ”Saya ingin seperti Kak Ivan Gunawan,” ucap Qia. (*/c14/ttg)

Editor : izak-Indra Zakaria