Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kontraktor Rebutan Material IKN di Lautan

izak-Indra Zakaria • Rabu, 1 November 2023 - 05:00 WIB
Akmal Malik (tengah)
Akmal Malik (tengah)

Kendala jalur konektivitas seperti jetty yang minim, juga turut memicu saling sikut kontraktor mendapat material proyek IKN. Membuat perang harga sulit dielakkan.

 

BALIKPAPANMasifnya pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) berdampak pada tingginya kebutuhan bahan baku material. Kondisi ini membuat pelaku jasa konstruksi berebut mendapatkan bahan baku material dari luar Kalimantan.

Persoalan itu sudah sampai ke telinga Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik. Pria yang merangkap sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri itu menyebut, para kontraktor pelaksana pembangunan infrastruktur yang dibiayai APBN maupun investasi swasta, sedang berlomba mendapatkan bahan baku material. Seperti batu hingga pasir yang banyak didatangkan dari Pulau Sulawesi.

“Sekarang sudah terbukti. Dulu saat saya menjadi Pj (Penjabat) gubernur Sulbar (Sulawesi Barat) (tahun 2022), kalau kita tidak atasi persoalan raw material (bahan baku) dengan baik, ketika percepatan pertumbuhan konstruksi sedemikian tinggi, yang terjadi adalah rebutan di antara kontraktor terhadap raw material. Dan alhamdulillah terjadi sudah di lautan itu. Saya sudah mendengar itu. Rebutan raw material yang terjadi. Karena suplai dan demand menjadi tinggi,” katanya.

Hal ini berimbas pada harga material bahan baku pembangunan yang menjadi tinggi. Akmal menyebut, kontraktor tercekik akibat kenaikan harga material imbas tingginya permintaan namun stoknya terbatas. “Hal ini terjadi karena jalur konektivitasnya tidak terbangun dengan baik. Mungkin jetty-nya tidak baik, karena kita tidak mempersiapkan buffer area-nya (daerah penyangga) dengan baik,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ucap Akmal, para pelaku jasa konstruksi di IKN bisa bekerja dengan baik apabila distribusi bahan baku materialnya bisa masuk dengan mudah. Sehingga hasilnya efektif dan efisien untuk pembangunan infrastruktur di ibu kota negara baru. “Kami diskusi dengan teman-teman penyedia, persoalan itu sudah mulai terjadi. Kami berharap, intensitas pembangunan akan lebih tinggi lagi ke depan, jangan terjadi lagi perang harga,” katanya.

Deputi Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena Bololadi mengatakan, quality control terhadap pembangunan IKN perlu dijaga. Termasuk melihat bagaimana high system pembangunan IKN. Dengan logistik yang begitu banyak, maka supply chain atau rantai pasok, misalnya pasir dan batu dari Sulawesi, akan masuk berjuta ton. Dan mekanisme pasar pun akan terjadi.

“Pertanyaan adalah apa yang teman-teman Provinsi Kaltim dapatkan dengan adanya IKN. Ini satu pertanyaan sensitif dan perlu untuk kita jawab. Makanya dengan pemerintah daerah kita sampaikan, ini adalah peluang. Kalau tidak bisa dimanfaatkan, mohon maaf teman-teman daerah, tidak menikmati dampak dari IKN,” ujar dia.

Pada bagian lain, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan beton pada pembangunan infrastruktur IKN, enam BUMN karya membentuk perusahaan patungan PT Karya Logistik Nusantara. Perusahaan patungan ini akan bertugas sebagai pemasok berbagai material konstruksi daar yang dibutuhkan untuk proyek IKN. Perusahaan ini difokuskan di bidang bisnis beton pracetak dan perdagangan material konstruksi. Dengan hadirnya PT Karya Logistik Nusantara, diharapkan proyek IKN bisa lebih cepat dan terjamin dalam hal supply dengan mutu produk material konstruksi yang terjamin.

Dalam keterangannya belum lama ini, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Yudha Mediawan mengatakan, pembangunan IKN memiliki peta pekerjaan konektivitas tahun 2022–2024 (tahap I) yang cukup komprehensif. Pembangunan jalan dan jembatan pendukung IKN ini membutuhkan material, peralatan, serta sumber daya manusia yang sangat besar. Hal ini disebabkan besarnya skala pembangunan IKN dan lingkup waktu pengembangan dari tahun 2022–2045. Maka dari itu Ditjen Bina Marga melihat adanya urgensi rantai pasok yang berkelanjutan selama proses tersebut. (kip/riz2/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#ibu kota negara