Pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan merupakan salah satu proyek infrastruktur penting di Kaltim.
PENAJAM-Jembatan yang rencana pembangunannya mengemuka pada 2003 itu dibangun untuk menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kota Balikpapan yang berjarak sekira 7,35 kilometer melalui Teluk Balikpapan, menghubungkan dari titik pantai di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, PPU ke Pantai Melawai, Balikpapan Selatan. “Pembangunan jembatan tol ini penting untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kaltim, dan tak hanya untuk kedua daerah yaitu Balikpapan dan PPU,” kata Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Balikpapan (Uniba) H Tamzil Yusuf, Kamis (16/11).
Jembatan tol itu, kata dia, akan mengurangi waktu tempuh antara PPU dan Balikpapan dari kisaran lebih dari 1 jam apabila menggunakan moda transportasi laut seperti kapal feri menjadi sekitar 15 menit. “Hal ini akan memudahkan mobilitas orang dan barang, sehingga akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Karena itu saya sepakat apabila ada upaya dari para pihak untuk memperjuangkan kembali pentingnya pembangunan jembatan tersebut dapat terwujud,” ujarnya.
Pembangunan jembatan yang biaya pembangunannya diperkirakan nilai investasi Rp 15,53 triliun itu telah dihentikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada November 2019. Sebelum dihentikan, proyek ini telah memasuki tahapan prakualifikasi untuk lelang investasi jembatan tol Juli 2019. Alasan penghentian adalah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Sepaku, PPU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, yang dikoordinasi PT Waskita Karya (Wika) telah membentuk konsorsium pembangunan dalam persentase. Masing-masing, Pemprov Kaltim membentuk PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi (perusda Pemprov Kaltim 20 persen), Pemkab PPU membentuk Perusda Benuo Taka 10 persen, dan Kota Balikpapan membentuk Perusda Komaba Balikpapan 5 persen.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU Nicko Herlambang membuka kembali wacana ini setelah isu ini vakum, melalui pemberitaan di Kaltim Post, Kamis (16/11), dan ia mengatakan serius memperjuangkan terealisasinya pembangunan jembatan dimaksud. Bahkan, kemarin saat dihubungi kembali oleh media ini ia berupaya mengagendakan audiensi antara PT Wika yang telah membentuk PT Waskita Toll Road dengan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik. Audiensi dimaksud, kata dia, sekaligus mengapresiasi perhatian orang nomor satu di lingkungan Pemprov Kaltim itu terhadap pentingnya pembangunan jembatan antara Penajam-Balikpapan, seperti disampaikan pada kunjungan kerjanya ke Kota Balikpapan, beberapa hari lalu. “Saya lagi mengatur audiensi ini dari Waskita ke gubernur,” katanya. Ia sendiri telah menyiapkan kertas kerja untuk kelanjutan pembangunan jembatan dengan usulan mengubah skema keuangan dan ekonomi, yang semula unsolicited menjadi solicited. (far/k15)
ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id
Editor : izak-Indra Zakaria