Tak pernah saling menyapa. Bahkan sangat tertutup. Serapat pintu pagar cokelat setinggi 4 meter. Begitu sedikit gambaran keluarga pemilik rumah nomor 99 di Jalan Wahid Hasyim II, RT 11, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara. Rumah mewah tersebut milik Soan (62) bersama keluarga besarnya.
TAK selebar lapangan bola. Tapi tanahnya memanjang ke belakang. Untuk sampai ke dalam, tiga pintu pagar cukup tinggi harus dilalui.
Bangunan di belakang berlantai tiga “disulap” jadi kandang besi. Ukurannya beragam. Salah satu kandang digunakan memelihara harimau yang diduga jenis harimau Sumatra (Panthera tigris sondaica), diberi nama Roy.
Harimau itu dipelihara sejak kecil oleh Andre, anak dari Soan. Didatangkan dari Jakarta. Selama dipelihara, pemilik rumah tidak mengantongi surat izin pemeliharaan satwa liar dilindungi. Roy jua yang kemudian menerkam Suprianda, salah satu pekerja di rumah tersebut pada Sabtu (18/11) lalu. Nyawa Suprianda tak tertolong. Luka gigitan di leher, jari kaki putus dan beberapa cakaran di tubuh korban. Keluarga korban langsung memakamkan malam hari, beberapa jam setelah kejadian.
Selain harimau dewasa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dan petugas kepolisian menemukan satwa liar dilindungi lainnya, macan dahan. Ditemukan petugas saat penggeledahan di seluruh bangunan. Harimau dibawa ke Tabang, Kukar, sedangkan macan dahan diamankan sementara ke kantor BKSDA.
Membuat gempar se-Samarinda, warga sekitar justru tidak mengetahui jika pemilik rumah memelihara hewan buas. Warga tahu setelah tewasnya Suprianda mencuat.
Selain pintu pagar yang selalu tertutup. Warga tidak pernah melihat pemilik rumah bertegur sapa dengan warga sekitar. Entah karena kesibukan atau memang tidak pernah bersosialisasi pemilik rumah.
Apa yang disampaikan warga sekitar dibenarkan Ketua RT 11 Anwar. Selama bermukim di wilayah tersebut. Keluarga Soan tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar. Bahkan, jika ada kegiatan kemasyarakatan tidak pernah datang. "Kalau ada urusan administrasi kependudukan biasanya anak buahnya yang disuruh ketemu saya," ujar Anwar.
Dia hanya mengenal nama namun tidak tahu sosok Soan, terlebih Andre. Namun, Anwar hanya mengetahui jika keluarga itu memiliki bisnis jual-beli kayu. Gudang penyimpanan kayu ada di samping dan belakang. Selain itu, menurut informasi yang diterimanya, Soan memiliki hobi mengoleksi ayam saung. Dan tidak tahu jika ada hewan buas yang ikut dipelihara anaknya Andre.
"Pas kasus itu ramai saya di Balikpapan. Kaget juga ada harimau dipelihara," kuncinya.
Dugaan ada anak harimau yang turut diamankan dari rumah tersebut ditelusuri. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli membenarkan jika hewan dilindungi ketiga diamankan. “Ya, Ada. Tapi besok (hari ini) sekalian disampaikan saat rilis,” singkatnya. (dra)
Editor : izak-Indra Zakaria