Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pembangunan Turap Terancam Tak Selesai, Alasannya Faktor Lokasi Jadi Penyebab

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 16 Desember 2023 - 00:13 WIB
TERUS DIKERJAKAN: Proyek turap yang berada di RT 01 Gunung Tabur masih tahap pengerjaan.
TERUS DIKERJAKAN: Proyek turap yang berada di RT 01 Gunung Tabur masih tahap pengerjaan.

GUNUNG TABUR - Pembangunan turap yang berada di Kecamatan Gunung Tabur, tepatnya di RT 01 belum selesai. Sementara target waktu penyelesaian pada 31 Desember 2023.

Salah satu warga setempat, Anita mengatakan, pengerjaan turap tersebut terbilang memiliki progres yang sangat lambat. Mengingat proyek yang dimulai pada Agustus 2023 itu ditargetkan selesai pada Desember 2023 ini.

"Kalau kami liat langsung, tidak banyak memiliki perubahan. Material banyak dibiarkan begitu saja," ujarnya.

“Bahkan saya sendiri sulit beraktivitas karena akses jalan depan rumah tertutup material proyek,” sambungnya kepada Berau Post.

Dalam pengerjaan proyek turap tersebut, menelan APBD Kabupaten Berau tahun anggaran 2023 senilai Rp 31 miliar. Dengan anggaran yang cukup besar itu, Anita berharap pengerjaan bisa cepat dilakukan agar semua masyarakat yang terdapat proyek bisa beraktivitas seperti biasa lagi.

“Saya rasa kalau tahun ini pasti tidak selesai, harapan saya kalau pun tidak selesai tahun ini setidaknya setiap harinya ada progres pengerjaan,” tegasnya.

Di lokasi berbeda, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata mengatakan tahun ini ada lima proyek turap Kampung Gurimbang, Gunung Tabur RT 01, Gunung Tabur RT 05, Sambaliung dan belakang kantor Bupati. 

Terkait turap yang berada di Gunung Tabur yang dianggap mengalami keterlambatan dalam pengerjaan. Ia menyampaikan ada beberapa faktor kendala lapangan.

“Untuk kendala pengerjaan turap di Sambaliung itu banyak dermaganya. Sedangkan di Gunung Tabur tanah bawahnya lembek, untuk di belakang kantor bupati banyak kapal lalu lalang, dan di Gurimbang medannya berat,” terangnya.

Hendra menambahkan, turap tersebut selain karena faktor lokasi, pembangunan turap tersebut juga terkendala oleh anggaran. Sehingga pembangunan akan dilanjutkan tahun depan dengan dianggarkan dari Bankeu provinsi.

“Tapi sejauh ini masih lancarlancar saja, jika memang tidak bisa selesai tahun ini. Maka akan menjadi PR kita di tahun depan, itu akan kami masukan usulan juga,” tutupnya. (adm/arp)

Editor : izak-Indra Zakaria
#pembangunan