Puluhan pelajar dan mahasiswa di Sukoharjo, Jawa Tengah, disebutkan terjangkit penyakit menular HIV/AIDS. Secara kumulatif, diketahui ada 44 pelajar dan mahasiswa yang terindikasi positif HIV/AIDS.
Mirisnya lagi, kasus HIV/AIDS yang menjangkit puluhan mahasiswa dan pelajar di Sukoharjo berimbas dari aktivitas seksual menyimpang yakni homoseksual. Dilansir dari Radar Solo, Senin (18/12), Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Sukoharjo yakni Agus Santosa menjelaskan, secara kumulatif sejak 2008-2023 kasus HIV/AIDS mencapai 913 orang. Terdiri dari 490 HIV dan 422 AIDS. Tahun ini ada temuan 91 orang, dimana jumlah itu meningkat dibanding temuan tahun lalu, sebanyak 82 orang.
“Secara kumulatif yang meninggal dunia 167 orang. Jadi, yang saat ini aktif sekira 746 orang,” kata pria yang juga wakil bupati Sukoharjo itu. Temuan kasus HIV/AIDS terbanyak disebutkan berada di Kecamatan Grogol yang mencapai 141 orang.
Kemudian, Kecamatan Sukoharjo 132 orang dan Kartasura 126 orang. Temuan ini hasil skrining tuberculosis (TBC). Karena skrining TBC termasuk di dalamnya HIV/AIDS. “Temuan juga diperoleh dari pelacakan populasi-populasi kunci. Seperti kelompok LSL, wanita pekerja seks komersial, dan lain sebagainya,” imbuh Agus.
Agus juga menyoroti puluhan pelajar yang terjangkit HIV/AIDS karena terjerumus aktivitas seksual menyimpang. Kendati demikian, pemkab getol melakukan sosialisasi terkait pentingnya pengobatan.
“HIV/AIDS bukan akhir segalanya. Kami masifkan sosialisasi terkait pengobatan. Karena pengobatan ini kan seumur hidup, sehari dua kali. Karena harus benar-benar rutin untuk pengobatan, banyak yang bosan dan akhirnya terhenti,” beber Agus.
Sementara itu, obat HIV/AIDS dikenal dengan antiretro viral (ARV), wajib diminum orang dengan HIV/AIDS (ODHA) setiap hari. Sebab, ARV berfungsi menghambat pertumbuhan sel virus HIV di dalam tubuh.pabila diminum secara rutin, maka pertumbuhan sel virus melambat, bahkan tidak terjadi atau tak terdeteksi lagi dan kualitas hidup ODHA menjadi lebih baik.
"Risiko penularan HIV dari ODHA ke orang lain sebenarnya sangat rendah. Di Sukoharjo ARV bisa didapatkan secara gratis dan mudah. Bisa di RSUD Ir Soekarno maupun sejumlah puskesmas yang ditunjuk,” papar Agus. ***
Editor : izak-Indra Zakaria