Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Untuk Kembangkan Kakao di Berau, Pemkab Siap Penuhi Kebutuhan Investor

izak-Indra Zakaria • Rabu, 20 Desember 2023 - 23:12 WIB
TINJAU: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, meninjau langsung pabrik kakao di Poltek Sinar Mas Berau Coal, beberapa waktu lalu.
TINJAU: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, meninjau langsung pabrik kakao di Poltek Sinar Mas Berau Coal, beberapa waktu lalu.

TANJUNG REDEB – Beberapa waktu lalu Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, mengunjungi Berau dan menyempatkan diri berkunjung ke Poltek Sinar Mas Berau Coal, melihat langsung pengolahan kakao di Berau.

Menurut Akmal, ada potensi besar bagi Berau untuk mendatangkan investor. Namun, kondisi lahan yang masih kecil dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan investor. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini menuturkan, saat ini lahan yang dimanfaatkan untuk kakao seluas 3 ribu hektare, dan yang dibutuhkan investor seluas 10 ribu hektare.

“Ada lahannya, untuk pembangunan pabrik tentu butuh investor. Dan investor butuh lahan 10 ribu hektare. Kami punya 3 ribu hektare di Kelay, dan sudah ditanam,” katanya.

Lita mengatakan, untuk produksi 3 ribu hektare tersebut sudah cukup banyak. Meskipun di Berau belum ada pabrik pengelolaan, namun pasar kakao Berau sudah cukup menjanjikan. Dijelaskan Lita, untuk kebutuhan lahan seluas 10 ribu hektare tersebut, Berau bisa menyiapkannya dengan merevisi beberapa izin perkebunan sawit yang belum ditanam, karena suatu hal. “Jika dikatakan siap, Berau siap untuk lahannya,” paparnya.

Ia menerangkan, saat ini kakao Berau termasuk kakao terbaik di Indonesia, yang sudah teruji beberapa waktu lalu di Bali. Hal ini tentu menjadi dasar, untuk menarik investor untuk berinvestasi di Bumi Batiwakkal.

“Bisa saja. Berau ini punya potensi jika dikelola dengan benar,” ucapnya.

Ia melanjutkan, jika hal ini terjadi, Berau bisa menjadi pemasok cokelat terbesar di Indonesia dengan kualitas yang baik. “Pj gubernur mengatakan, untuk masalah investor hal gampang,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Berau, Madri Pani menerangkan, untuk potensi kakao di Berau memang cukup menjanjikan. Pengelolaan kakao saat ini, masih bisa dibilang sebatas industri rumahan. Seharusnya dari pemerintah daerah maupun pihak ketiga, bisa melihat potensi besar ini untuk menggaet investor.

“Potensi ada. Lahan ada. Sisa investor yang dicari. Ini bisa jadi momen menaikkan nama Berau, dan mengurangi angka pengangguran,” jelas Madri Pani.

Ia melanjutkan, banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi tersebut, tinggal diubah sesuai undang-undang alih fungsinya lahan tersebut. Jika awalnya untuk sawit, namun tidak ada potensi, maka perkebunan kakao bisa dikembangkan.

Saat ini, baru kakao Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, yang dilirik. Bisa jadi ke depan banyak kampung lain yang bisa menghasilkan kakao serupa. Dan bisa menjadi oleh-oleh khas Berau.

“Jika perlu minta restoran untuk membeli cokelat Berau, diolah berbagai minuman dan makanan, untuk disajikan ke tamu. Dan menjadi oleh-oleh. Saya rasa ini cukup menjanjikan,” tutupnya. (hmd/sam)

Editor : izak-Indra Zakaria
#komoditas