Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasar Tumpah Bikin Resah, Bangunan Baru Tampung 515 Pedagang

Denny Saputra • Kamis, 16 Mei 2024 | 15:50 WIB

BARU: Andi Harun berbincang dengan pedagang di Pasar Baqa di sela-sela peresmian bangunan pasar tersebut, yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.
BARU: Andi Harun berbincang dengan pedagang di Pasar Baqa di sela-sela peresmian bangunan pasar tersebut, yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.
 

 

Gedung Pasar Baqa yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Samarinda Seberang, diresmikan Wali Kota Samarinda Andi Harun, Rabu (15/5).

 

SAMARINDA–Sebanyak 515 lapak telah terisi pedagang yang sebelumnya sempat berjualan di area relokasi, eks lapangan KNPI Samarinda Seberang. Namun, keluhan pedagang turut disampaikan. Omzet mereka menurun karena pembeli cenderung memilih bertransaksi di pasar tumpah tepi Jalan Sultan Hasanuddin.

Andi Harun menyampaikan syukur atas peresmian pasar tersebut, mengingat pasar yang mulai dibangun 2014 lalu sempat mangkrak di 2018 imbas korupsi pejabat berwenang atas proyek tersebut. Baru di 2021, di awal kepemimpinannya, satu demi satu masalah diurai, berkonsultasi ke berbagai pihak. “Di 2022 pembangunan dilanjutkan. Akhirnya tahun ini seluruh bangunan selesai dan bisa digunakan,” ucapnya.

Terkait kekurangan beberapa item pembangunan, dirinya meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam hal ini Dinas Perdagangan (Disdag) untuk mengusulkan. Kalau memungkinkan, beberapa kekurangan bisa dikerjakan melalui APBD Perubahan 2024. Namun, jika masa pekerjaan diperkirakan lebih dari tiga bulan, akan dikerjakan di 2025. “Pasar tersebut juga didorong menggunakan transaksi elektronik agar perbankan di Samarinda bisa membantu, sehingga diharapkan bisa menjadikan pasar ini salah satu pasar percontohan bagi daerah lain. Kami juga berharap pedagang bisa saling membantu turut menjaga kebersihan pasar,” sambungnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang mengeluhkan masih eksisnya pedagang pasar tumpah di sekitar area pasar, membuat pengunjung pasar sepi. Seperti disampaikan Murni, pedagang bawang, sejak awal pindah ke bangunan pasar yang baru Senin (29/4) lalu, jumlah pembelinya cenderung sepi. “Tidak berbeda ketika kami berjualan di tempat lama. Omset kami menurun saat ada di pasar relokasi,” ucapnya.

Dirinya berharap pemerintah tegas terhadap para pedagang, mengingat secara aksesibilitas, mereka lebih unggul, karena pembeli tidak perlu turun dari kendaraan untuk transaksi. Kalau masuk ke pasar baru, motor atau mobil harus bayar parkir dan turun dari kendaraan. “Kami harapkan ada solusi dari pemerintah,” ungkapnya.

Terkait kebersihan diharapkan bisa terus diingatkan pengelola pasar kepada seluruh melalui microphone yang disediakan. Meski ada petugas kebersihan, semua pedagang agar sadar dan menjaga kebersihan lapak masing-masing. “Karena ada saja pedagang yang masih abai kebersihan lapaknya,” tambahnya.

Menanggapi itu, Andi Harun menyampaikan pelan-pelan menertibkan pedagang di tepi jalan. Sebab, pasar yang baru buka pasti butuh waktu dua sampai tiga bulan agar ramai dikunjungi. “Nanti sosialisasi dulu, karena bukan soal keinginan pemerintah, perlu kesadaran bersama,” pungkasnya. (dra/k16)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Indra Zakaria