Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Urai Kemacetan di Simpang Siradj Salman, Wacanakan Mobil Satu Arah di KS Tubun

Redaksi Sapos • Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:15 WIB
CARI SOLUSI, Dishub Samarinda berencana melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di sekitar simpang Jalan KS Tubun-Jalan Siradj Salman yang kerap terjadi.
CARI SOLUSI, Dishub Samarinda berencana melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di sekitar simpang Jalan KS Tubun-Jalan Siradj Salman yang kerap terjadi.

 

Berhubung pemasangan traffic light (lampu pengatur jalan) dianggap tak memungkinkan di sekitar simpang empat Jalan KS Tubun-Jalan Siradj Salman, pihak Dishub Samarinda pun mencari cara lain untuk mengurangi antrean kendaraan yang kerap terlihat di sekitar simpangan tersebut.

Opsi lain yang coba dilakukan adalah dengan mewacanakan untuk menjadikan Jalan KS Tubun menjadi satu arah buat mobil. Nantinya hanya mobil dari arah simpang Jalan KS Tubun-Jalan Siradj Salman menuju Jalan Bhayangkara, yang boleh lewat di Jalan KS Tubun tersebut.

 

Saat ini di Jalan KS Tubun tersebut mobil dari Jalan Bhayangkara atau arah sebaliknya masih bebas berkeliaran.

"Jadi pasca melakukan survei lapangan, kami coba mewacanakan buat satu arah untuk mobil di Jalan KS Tubun. Boleh dari simpang Jalan KS Tubun-Jalan Siradj Salman saja menuju Bhayangkara," beber Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda, Didi Zulyani kepada media ini.

Nantinya lanjut Didi, di simpangan tiga di atas tanjakan mengarah ke Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo mobil diperbolehkan berbelok atau melintasinya.  

"Kami matangkan kajian dulu dan segera disosialisasikan kepada masyarakat pengguna jalan," tuturnya. Sosialisasi dilakukan sambil menunggu petugas Dishub mempersiapkan rambu untuk mengarahkan pengendara. Sebelum dilaksanakan rekayasa lalu lintas (lalin) menjadi satu jalur untuk mobil, petugas juga akan melakukan uji coba yang masih dalam rangkaian sosialisasi.

"Jadi masyarakat tidak terkejut dan bisa terbiasa," imbuhnya. Diakui Didi, meski Jalan KS Tubun termasuk alternatif, tapi ramai dilalui kendaraan. Sebab itu bisa menghubungkan beberapa kawasan di jam padat lalu lintas, terutama pagi dan sore.

"Jalur itu memang representatif. Mau ke mana saja tembus. Cuma jalannya memang sempit, makanya kami mengupayakan solusi biar tak macet terus-terusan," pungkasnya. (rin/nha)

 

 
Editor : Indra Zakaria