Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Penerbangan Maratua-Kalimarau Belum Jelas, Pemilik Resor Inginkan Subsidi Tiket Penumpang

Faroq Zamzami • Kamis, 4 Juli 2024 - 16:30 WIB
MUHAMMAD SAID
MUHAMMAD SAID

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said telah menerima laporan hasil komunikasi Camat Maratua, Ariyanto dengan 13 pengelola resor di Pulau Maratua. 

Dalam laporan itu, Said mengatakan  sebagian besar pengelola resor  mengharapkan kebijakan subsidi tiket penerbangan dari Pemerintah Kabupaten Berau. 

“Mereka (pengelola resor) berharap subsidi dari pemerintah, nanti kita bahas,” terangnya Rabu (3/6). 

Mendapati hasil tersebut, dirinya belum bisa berkomentar terlalu jauh. 

Sejauh ini, dirinya tengah mempersiapkan pertemuan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas hal tersebut. 

Bagaimana skema selanjutnya dan seperti apa langkah atau kebijakan yang akan diambil. 

“Sebenarnya opsi deposit itu hanya jaminan saja, kalau seat-nya terpenuhi maka uangnya aman,” paparnya. 

Dirinya juga belum memasang target dan akan menyelesaikan permasalahan ini seiring berjalannya waktu. 

“Nanti kita bahas dulu skemanya seperti apa nanti,” lanjutnya.

Sebelumnya, Camat Maratua, Ariyanto mengatakan telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan 13 pengelola resor di Pulau Maratua untuk ikut serta gotong royong melakukan block seat membuka penerbangan Bandara Kalimarau, Teluk Bayur-Bandara Maratua, Maratua. 

Dalam laporannya kepada sekkab Berau, dia menuturkan keinginan pengelola resor lebih berharap adanya skema subsidi tiket pesawat dari Pemerintah Kabupaten Berau. 

“Mereka sebenarnya lebih ingin kalau pemerintah yang subsidi (penerbangan),” ujarnya. 

Meski demikian, Ariyanto mengaku tidak menerima keluhan dari pengelola resor jika skema deposit yang diajukan Pemkab Berau. 

Namun, kendala lainnya adalah jadwal penerbangan yang bentrok dengan jadwal kunjungan para wisatawan. 

“Memang mereka dengan pelanggannya punya jadwal yang tidak cocok beberapa kali dengan rencana penerbangan ini,” ujarnya. 

Terlebih, dari 13 resor yang dilakukan komunikasi dan koordinasi, hanya 11 resort yang masih aktif. 

Dua sisanya telah vakum dan lama belum kembali melayani wisatawan. 

“Kendalanya di situ juga, ada dua resor yang vakum,” ungkapnya. 

“Sudah saya laporkan juga hasil komunikasi kami kepada pemerintah,” lanjutnya. (sen/far)

 
 

 

 

Editor : Faroq Zamzami
#derawan #maratua #berau #pemkab berau #wisata #resor #kaltim #kabupaten berau