PROKAL.CO, TANJUNG REDEB-Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Berau mengusulkan piranti Starlink, sistem komunikasi internet berbasis satelit milik Elon Musk.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan akan mengusulkan 10 piranti Starlink pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Berau 2024.
“Iya, kita akan usulkan di masa perubahan ini,” ungkapnya.
Didi menerangkan, kebutuhan internet menjadi hal penting. Sebagaimana pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, bahwa salah satu indikator baiknya suatu destinasi adalah adanya jaringan internet yang andal.
“Pemasangan jaringan internet memang sesuai kebutuhan, ini baru usulan dan semoga disetujui saat pembahasan nanti,” ujarnya.
Titik yang akan menjadi sasarannya dalam tahap pertama, jika usulan ini berjalan lancar adalah wilayah-wilayah blank spot yang dianggap penting dan memerlukan jaringan internet.
Kemudian, wilayah-wilayah destinasi wisata unggulan dan prioritas, seperti Pulau Maratua.
“Itu (wilayah wisata) masuk juga, nanti kita lihat berapa dikabulkan dan di mana saja bisa kita pasang,” jelasnya.
Penggunaan sistem komunikasi internet berbasis satelit ini, kata Didi juga melihat beberapa hasil pemasangan di daerah lain yang dinilai berhasil. Baik itu dari pemberitaan maupun testimoni yang banyak diunggah masyarakat di media sosial yang berkenbang belakangan ini.
“Ya, memang kita akui, dari segi harga dan kemampuannya, Starlink ini banyak kelebihannya,” tuturnya.
Hal itulah yang menjadi daya tarik Pemerintah Kabupaten Berau untuk turut serta menggunakan Starlink sebagai salah satu upaya pengentasan blankspot serta mendukung wilayah pariwisata strategis tertopang jaringan internet yang memadai.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, menyebut bahwa Indonesia dalam Indeks Kepariwisataan Dunia naik 10 peringkat menjadi peringkat ke-22 di atas negara lain seperti Belgia, Selandia Baru, dan Turki.
Dalam catatan itu, Sandiaga mengatakan bahwa dalam dunia pariwisata Indonesia terdapat satu pekerjaan rumah yang cukup besar. Yakni, dalam Indeks Kepariwisataan itu disebutkan adalah Information Communication Technology (ICT) yang mencakup keberadaan internet di sebuah wilayah pariwisata.
“Tapi ada 1 poin PR besar kita, dan di indeks itu disebutkan bahwa ICT itu masih belum mumpuni,” ungkapnya saat meninjau UMKM di Kampung Teluk Harapan, Maratua, Selasa (2/6). (sen/far)
Editor : Faroq Zamzami