Namun seiring kegiatan berjalan, nyatanya tak setiap hari terlihat personel Dishub mengatur lalu lintas. Bahkan di hari kejadian korban laka lantas yang tewas, memang tidak ada petugas keamanan yang berjaga.
Berdasarkan pengakuan dari Kepala Dishub Samarinda melalui kepala seksi Pengendalian dan Penertiban (Daltib) Surono, penjagaan personel yang diturunkan sesuai dengan permintaan dari pihak kontraktor.
Terakhir, pihaknya juga melakukan pengamanan lalu lintas di Jembatan Achmad Amins menjelang konser Sheila On 7 pada Sabtu (27/7) lalu. Lantaran aktivitas dari jalan tol dialihkan ke Palaran hingga ke arah jembatan tersebut.
“Kami melakukan pengamanan sesuai dengan informasi dari pihak pelaksana. Di luar itu anggota kami memang tidak ada di lokasi,” ujar Surono. Biasanya aktivitas pembongkaran dan pengaspalan dikerjakan pada malam hari. Sebab aktivitas masyarakat sedikit berkurang pada saat itu. Sedangkan dalam beberapa hari terakhir ini diakuinya memang belum ada arahan dari kontraktor pelaksana untuk membantu pengamanan lalu lintas.
“Kami juga tidak ingin menyalahi kewenangan, selama dua hari terakhir ini juga belum ada info dari mereka, jadi saat ini kami tinggal menunggu saja dari pihak kontraktor,” sebutnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Dinas PUPR Kota Samarinda mengenai progress pengaspalan yang sudah berjalan saat ini.
Namun sebelum ada kejadian ini, dari pihak Dinas PUPR Kota Samarinda mengakui ada keterlambatan dalam pengerjaan proyek yang dianggarkan sebesar Rp 4,2 miliar. Lantaran kegiatan tersebut tak bisa dikerjakan pada siang hari, mengingat lalu lintas kendaraan yang padat. Akibatnya kegiatan yang ditargetkan bakal rampung Sabtu (27/7) lalu, harus molor hingga saat ini.
Kejadian naas yang menimpa dua warga Kota Samarinda pun telah sampai ke Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia pun berjanji akan segera mengevaluasi kegiatan tersebut.
“Kami sampaikan turut berduka atas kejadian ini, karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan agar masyarakat berhati-hati saat melintas,” ujarnya kemarin. Dirinya pun mengakui perbaikan aspal yang dilakukan saat ini juga bagian dari aspirasi masyarakat.
Sejak diresmikan pada 2017 lalu, aspal di Jembatan Achmad Amins tak pernah dilakukan pemeliharaan. Sering kali ada keluhan dari masyarakat yang mengaku jalanannya bergelombang dan harus segera dilakukan perbaikan.
Akhirnya diputuskan agar aspal yang ada sebelumnya dikupas terlebih dahulu sebelum dilapisi kembali dengan aspal yang baru. Proyek ini juga menjadi bagian penting lantaran menjadi jalur utama menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami mohon atas kejadian ini, nanti saya akan evaluasi juga dari dishub karena harus ada yang mengatur lalu lintas disana,” pungkasnya. (hun/nha)