“Tapi kalau saat ini konsumen masih digratiskan parkirnya, jadi kalau masih ditemukan jukir yang menarik, laporkan saja ke kami,” tegas Manalu. Sebab sebelum izin mereka lengkap, para pengunjung seharusnya tidak dipungut biaya parkir. Ke depannya, dari manajemen Mie Gacoan juga berjanji akan membuat sistem parkir yang lebih profesional seperti parkir otonom pada umumnya. Sehingga akan disiapkan parking gate hingga operator khusus yang mengelola parkir.
“Nanti akan ada pertemuan lanjutan, jadi sekalian saja kami minta itu semua dipenuhi,” tegasnya. Meski sudah mendapatkan teguran untuk menggratiskan pengunjung, nyatanya hingga Jumat (16/8), masih ada beberapa jukir yang nongkrong menjaga parkir pengunjung. Sejumlah personel Dishub Kota Samarinda pun diturunkan untuk mengamankan lokasi di lahan parkir Mie Gacoan.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Jalan Didi Zulyani mengatakan sedikitnya ada empat orang jukir yang berhasil diamankan oleh pihaknya. Selanjutnya mereka diberikan pembinaan agar ke depannya tidak memungut biaya parkir kepada pengunjung.
“Jadi kalau ada jukir yang meminta mengatur kendaraan jangan diberi uang, sampaikan juga kalau tidak boleh. Harapnya masyarakat bisa bekerja sama mengatasi jukir di Samarinda" pungkas Didi. (hun/nha)