PROKAL.CO, Zebra cross di sekitar Teras Samarinda, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Ulu, belum sepenuhnya menjamin keamanan bagi penyeberang jalan.
Kendaraan yang melaju kerap kali tidak mengurangi kecepatan, bahkan saat warga menyeberang di zebra cross.
Kondisi ini membuat penyeberangan menuju ikon baru Kota Tepian tersebut menjadi rawan kecelakaan.
Peristiwa kecelakaan terbaru terjadi pada Minggu (10/11) dini hari, di mana dua penyeberang disambar sepeda motor.
Insiden ini mengakibatkan empat orang dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan.
Kejadian tersebut memicu reaksi warga yang mempertanyakan keamanan fasilitas penyeberangan di kawasan tersebut.
Beberapa warga mengusulkan adanya fasilitas pelican cross atau jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk meningkatkan keselamatan penyeberang di Teras Samarinda.
Idealnya memang ada jembatan penyeberangan orang (JPO). Selain aman, JPO yang dipercantik juga akan menjadi daya tarik tambahan bagi Teras Samarinda yang kian menjadi destinasi santai warga Samarinda.
Sementara Pelican cross adalah fasilitas zebra cross yang dilengkapi lampu lalu lintas, tombol bagi difabel, dan pengeras suara untuk membantu penyeberangan yang aman.
“Meskipun ada zebra cross, kendaraan tetap melaju cepat tanpa memberi kesempatan pejalan kaki menyeberang dengan aman,” ujar seorang warga.
Baca Juga: Panjang Betull..!! Daftar Tunggu Haji 30 Tahun, Kemenag KTT Upayakan Kuota Bertambah
Warga lain menambahkan, “Jika lalu lintas di sini sulit diperlambat, lebih baik dibuatkan JPO atau pelican cross untuk penyeberangan yang lebih aman.”
JPO dinilai sebagian warga sebagai solusi yang baik untuk memisahkan pejalan kaki dari lalu lintas kendaraan. Namun, beberapa warga lain menganggap pelican cross lebih efektif dan mudah diakses.
Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, HMT Manalu, menyatakan bahwa pemasangan pelican cross sudah direncanakan pemerintah dalam waktu dekat.
“Kami akan segera memasang pelican cross di area zebra cross di Teras Samarinda. Kami berharap fasilitas ini dapat menekan angka kecelakaan yang melibatkan penyeberang di area tersebut,” ujar Manalu.
Selain fasilitas penyeberangan, Manalu juga menyoroti pentingnya penggunaan area parkir resmi yang telah disediakan pemerintah.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan lahan parkir liar yang justru membahayakan keselamatan.
“Keselamatan adalah prioritas, tetapi harus diusahakan oleh semua pihak, bukan hanya pemerintah,” tambah Manalu.
Pemerintah Kota Samarinda berharap pemasangan pelican cross di Teras Samarinda dapat meningkatkan keselamatan penyeberang.
Fasilitas ini akan dilengkapi lampu lalu lintas khusus yang memberi waktu penyeberangan, menghentikan kendaraan sejenak agar warga dapat menyeberang dengan aman.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Didi Zulyani, menekankan bahwa keselamatan penyeberang tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga kesadaran masyarakat.
Ia menyayangkan bahwa meski zebra cross sudah tersedia, banyak warga tetap menyeberang di tempat yang tidak semestinya.
“Masalahnya ada pada kesadaran masyarakat itu sendiri. Sudah ada zebra cross, tapi masih banyak yang menyeberang sembarangan,” jelasnya.
Didi juga menyampaikan bahwa JPO yang sudah dibangun di beberapa titik di Samarinda sering kali tidak dimanfaatkan dengan baik. Warga tetap menyeberang di tempat yang tidak aman karena alasan praktis.
“Sudah disediakan tempat parkir yang aman dan tidak perlu menyeberang, tapi sebagian warga justru memilih parkir di lokasi terlarang, yang sering kali dikuasai juru parkir liar,” tambahnya.
Menanggapi usulan pembangunan JPO, Didi menilai pemasangan pelican cross di area zebra cross yang sudah ada merupakan solusi paling relevan saat ini.
“JPO memang efektif, tetapi tidak selalu dimanfaatkan dengan baik. Untuk di Teras Samarinda, pelican cross bisa menjadi solusi yang lebih tepat,” tutup Didi. (kis/beb)
Editor : Indra Zakaria